Kemenperin Sebut Pabrik Otomotif Minus Komponen Imbas Corona

CNN Indonesia | Jumat, 10/04/2020 05:59 WIB
Para produsen mobil dan motor di Indonesia sudah menyatakan menutup pabrik sementara buat menanggulangi dampak Covid-19. Ilustrasi pabrik otomotif. (Dok. Mitsubishi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan tantangan industri otomotif Indonesia akibat pandemi wabah virus corona (Covid-19) bukan hanya sebatas penurunan permintaan kendaraan. Kemenperin menjelaskan produsen mulai kekurangan bahan baku dan komponen dari luar negeri untuk kebutuhan produksi kendaraan.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Putu Juli Ardika menyampaikan produsen Tanah Air mengalami gangguan pasokan bahan baku sebab banyak negara-negara memberlakukan lockdown guna menanggulangi penularan Covid-19.

"Terganggunya industri otomotif ini juga memberi dampak terhadap perekonomian nasional. Industri otomotif memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB khususnya terhadap PDB nonmigas sebesar 3,98 persen pada tahun 2019," kata Putu melalui keterangan tertulisnya, dikutip Rabu (8/4).


Putu mengatakan kondisi ini membuat industri manufaktur kendaraan bermotor harus mencari alternatif sumber bahan baku dan komponen untuk mempertahankan produksi. Para produsen otomotif besar seperti Toyota, Daihatsu, Honda sudah memutuskan menghentikan sementara aktivitas pabrik sebagai salah satu cara menangani dampak.

Lebih lanjut, ia menyikapi keputusan sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia yang sudah menangguhkan produksi untuk sementara waktu.

Bagi Putu, keputusan pabrikan otomotif di Indonesia itu lebih dikarenakan untuk melindungi kesehatan karyawan dan seluruh elemen perusahaan sebagai bentuk respons terhadap penyebaran wabah Covid-19 yang semakin meluas.

Seperti diketahui beberapa merek otomotif sudah menangguhkan aktivitas produksi, yakni Wuling Indonesia pada 6-19 April, Honda mobil 13-27 April, Yamaha 3-19 April, hingga Suzuki motor dan mobil 10-26 April, Daihatsu 10-17 April, dan Toyota 13-17 April.

Honda Prospect Motor (HPM) sebelumnya telah mengakui salah satu alasan menangguhkan produksi selama dua pekan di Indonesia karena kekurangan komponen dari India dan Malaysia sebab kedua negara menerapkan lockdown.

Yamaha dan Suzuki menangguhkan produksi dengan alasan yang sama yaitu krisis stok komponen dari luar negeri, berdasarkan isi surat yang ditujukan perusahaan kepada masing-masing pemasok lokal.

Putu menambahkan dampak wabah Covid-19 sangat dirasakan industri otomotif nasional dengan menurunnya angka penjualan. Hal ini dapat dilihat dari penurunan permintaan kendaraan bermotor di Indonesia.

"Jumlah penjualan kendaraan roda empat atau lebih pada bulan Januari 2020 sebesar 80,4 ribu unit atau turun sebesar 1,1 persen dari periode sebelumnya, kemudian bulan Februari 2020 sebesar 79,5 ribu unit atau turun sebesar 3,1% dari periode sebelumnya," kata Putu.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) juga telah mengoreksi target penjualan yang diprediksi turun 30 persen hingga nyaris 50 persen. (ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]