Dikutip dari situs Langit Selatan, Bulan Jupiter dan Saturnus akan membentuk formasi segitiga di langit Indonesia pada 15 April. Bulan dan Jupiter akan tampak berpasangan dengan jarak 1,9 derajat dan sementara jarak Bulan dan Saturnus 2,4 derajat.
Ketiganya terbit beriringan saat tengah malam dengan Bulan terbit terlebih dahulu pukul 23:42 WIB disusul Jupiter 10 menit kemudian. Saturnus baru terbit pada pukul 00:19 WIB. Ketiganya akan mencapai ketinggian 73º saat Matahari terbit pukul 05:39 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penamaan pink diambil dari bunga-bunga yang mulai bermekaran di bulan ini. Nama tersebut utamanya diambil dari bunga Wild Ground Phlox yang mekar bulan ini. Penamaan ini sebenarnya sedikit mengecoh, karena bulan tak akan benar-benar tampak berwarna pink. Namun, sedikit berwarna oranye.
Sehingga akan menimbulkan tampilan efek oranye pada bulan yang bercahaya putih. Efek ini serupa dengan semburat oranye yang terjadi ketika matahari tenggelam. Warna kemerahan pada Bulan hanya terjadi pada fenomena gerhana Bulan yang dikenal dengan istilah Blood Moon.
Di Amerika Serikat fenomena ini juga dapat diamati pada 14 hingga 16 April. Keempat objek angkasa ini jelas terpisah jutaan kilometer dalam kenyataan, tetapi akan terlihat berbaris berjajar dari sudut pandang manusia di bumi.
Bulan kemudian akan tampak melewati barisan ini seolah-olah sedang melakukan inspeksi tata surya.
Pada Selasa (14/4) bulan merah muda akan mendekati Jupiter, pada hari Rabu (15/4) bulan akan melewati tepat di bawah Saturnus, sedangkan pada hari Kamis (16/4) bergerak di bawah Mars.
Dilansir dari CNET, Anda harus bangun setidaknya satu jam sebelum matahari terbit waktu setempat. Anda harus melihat ke arah rasi bintang Capricorn dan Sagitarius untuk melihat kinerja planet. Anda dapat dengan mudah melihat planet di langit malam karena tidak berkelap-kelip seperti bintang.