Para ilmuwan menemukan planet yang disebut Kepler-1649c itu ketika melihat hasil pengamatan lama dari Kepler, yang pensiun beroperasi pada 2018. Para peneliti yang meninjau data Kepler melihat tanda kedua dan mengenalinya sebagai sebuah planet meski pada pencarian sebelumnya dengan algoritma komputer salah mengidentifikasikannya.
Peneliti menyampaikan Kepler-1649c terletak 300 tahun cahaya dari Bumi memiliki ukuran dan suhu yang mirip dengan bumi. Kepler-1649c disebut hanya 1,06 kali lebih besar dari planet Bumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, peneliti berkata Kepler-1649c mengorbit pada bintang katai merah tidak seperti bumi mengorbit mengelilingi matahari.
"Data yang dikumpulkan oleh misi seperti Kepler dan Satelit Survei Transit Exoplanet kami [TESS] akan terus menghasilkan penemuan luar biasa ketika komunitas sains memperbaiki kemampuannya untuk mencari planet yang menjanjikan tahun demi tahun," ujarnya.
Selain Kepler-1649c, peneliti mengatakan ada exoplanet lain yang diperkirakan lebih memiliki ukuran mirip dengan Bumi, seperti TRAPPIST-1d dan TOI 700d. Kepler-1649c mengorbit bintang katai merah kecilnya begitu dekat. Sehingga satu tahun di Kepler-1649c setara dengan hanya 19,5 hari Bumi.
Melansir Forbes, Kepler-1649c merupakan planet ekstrasurya yang paling mirip yang pernah ditemukan di Bumi dalam hal ukuran dan suhu. Kepler-1649c yang dianggap sebagai dunia baru berjarak 302 tahun cahaya di konstelasi Cygnus. Planet itu mengorbit pada bintang tipe-M yang tidak terlihat dari Bumi.
Bintang tipe-M adalah bintang bermassa rendah yang juga dikenal sebagai katai merah, yang sejauh ini merupakan bintang paling umum yang ditemukan di Bima Sakti.
Bintang katai merah dikenal memiliki satu karakteristik yang mematikan karena bisa menutupi planet yang mengorbit dalam radiasi yang membuat kehidupan sangat tidak mungkin terjadi. (jps/mik)