Pemanfaatan kotak berbahan emas itu menjadi bagian eksperimen NASA yang diberi nama Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment (MOXIE). Kotak emas akan disematkan pada rover yang ditugaskan untuk menjelajahi Bulan dan Mars.
Cara kerja MOXIE ialah dengan menyuntikkan energi ke dalam katoda (elektroda yang digunakan untuk menghantarkan arus listrik) dan anoda (elektroda yang bisa berupa logam maupun penghantar listrik). Saat proses ini berlangsung, nantinya oksigen akan terpisah oleh karbon dioksida.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahap awal pemodelan MOXIE, para peneliti membutuhkan sekitar 33 hingga 50 ton bahan bakar. MOXIE diibaratkan seperti pohon yang fungsinya menghirup karbon dioksida lalu mengembuskan oksigen.
Menyoal misi membawa manusia ke Mars, NASA sudah siap menerbangkan helikopter ke planet merah itu. Nantinya, helikopter ini akan digunakan untuk menurunkan rover Perseverance.
Penerbangan dijadwalkan bakal berlangsung antara 17 Juli atau 5 Agustus 2020. Para peneliti NASA membutuhkan waktu selama 14 minggu untuk menyelesaikan proyek ini.
Saat mendarat di permukaan Mars, Perseverance ditugaskan untuk mencari tanda-tanda kehidupan makroba masa lalu, memetakan iklim, dan mengumpulkan berbagai sampel yang dapat membuka jalan astronaut bisa menginjakkan kaki di planet itu.
Selain menerbangkan roket Orion, NASA juga akan mengirimkan Space Launch System (SLS) di sekitar Bulan untuk menguji sistem dan membuka jalan untuk mendaratkan manusia.
Badan Antariksa Eropa (Europian Space Agency/ESA) pun ikut membantu NASA membuat modul yang akan memberikan kekuatan dan daya dorong untuk roket Orion selama program Artemis 1. Modul itu diproduksi oleh Airbus yang berkantor di Bremen, Jerman. (din/mik)