Menurut Ririek, dana yang dikucurkan guna memastikan kualitas jaringan, insentif akses internet gratis untuk dunia pendidikan digital. Sementara itu pengeluaran untuk memastikan kualitas jaringan tersebut tak diiringi oleh peningkatan pendapatan.
Karena itu dijelaskan Ririek, operator seluler juga butuh intensif dari pemerintah imbas terdampak pandemi virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan peningkatan traffic belum tentu menandakan peningkatan pendapatan operator karena peningkatan pendapatan ini sangat bergantung pada daya beli masyarakat.
Ririek menjelaskan, para pemain operator seluler berusaha mempertahankan daya beli konsumen ritel selama pandemi berlangsung. Bila daya beli masyarakat berkurang, praktis akan mengurangi pengguna internet.
Ririek mengatakan industri telekomunikasi sehat mengacu pada tiga hal. Pertama adalah harga layanan harus terjangkau yang mampu dibeli masyarakat.
Kedua pelakunya dan industrinya harus sustain (berkesinambungan) agar bisa terus beroperasi dan memberikan layanan berkualitas bagi masyarakat. Ketiga adalah harus terjangkau merata ke masyarakat di seluruh pelosok daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan pihaknya menampung segala masukan terkait insentif ini. Ia mengatakan akan membuat sebuah regulasi telekomunikasi yang efektif untuk membicarakan soal insentif ini.
"Pemerintah dan industri dapat melakukan forecasting bersama-sama dengan data dan informasi yang akurat sehingga kebijakan dan regulasi yang ditempuh benar benar efektif menjaga keberlangsungan telekomunikasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap dunia digital," ucap Johnny. (jnp/mik)