KOMUNITAS OTOMOTIF

Komunitas Tanggapi Soal Mudik Bersyarat

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 30/04/2020 18:37 WIB
Indonesian police check a car passenger at a checkpoint during the imposition of large-scale restriction to curb the spread of the new coronavirus outbreak on a toll road in Cikarang, West Java, Indonesia, Friday, April 24, 2020. Indonesia is suspending passenger flights and rail service as it restricts people in the world's most populous Muslim nation from traveling to their hometowns during the Islamic holy month of Ramadan because of the coronavirus outbreak. (AP Photo/Achmad Ibrahim) Ilustrasi mudik. (Foto: AP Photo/Achmad Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penggemar otomotif yang tergabung dalam komunitas atau club mobil dan motor merespons aturan boleh mudik dengan sejumlah persyaratan yang diumumkan pemerintah beberapa saat lalu.

Menurut Ketua Umum AvanzaXenia Indonesia Club (AXIC) Taufik Hidayatullah, pemerintah seharusnya tidak memberi kelonggaran mudik di tengah pandemi corona di balik ketegasan memutus mata rantai Covid-19.

"Kalo menurut saya mendingan diketatkan sekalian larangan itu mengingat Jakarta ini sebagai epicentrum," kata Ketua Umum AvanzaXenia Indonesia Club (AXIC) Taufik Hidayatullah kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Kamis (30/4).


"Kalau tidak nanti malah penyebaran [Covid-19] semakin luas. Semakin orang disiplin semakin cepat wabah ini akan selesai."

Sebelumnya pemerintah memberi keringanan untuk situasi tertentu bagi masyarakat yang hendak mudik, namun dengan syarat membawa surat keterangan mengenai kondisinya dari Dinas Perhubungan, Kepolisian Resor (Polres), atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, serta punya alasan darurat untuk pulang kampung.

Menurut Taufik menyikapi kelonggaran ini kembali lagi bagaimana masyarakat menyikapinya. Dijelaskan Taufik, bagi masyarakat yang turut membantu memutuskan penyebaran virus Corona, sebaiknya tidak melakukan perjalanan mudik tahun ini.

"Kelonggaran jika memang bener-benar genting keperluannya," ucap dia.

Sementara, Penasehat Chevrolet Spin Indonesia Ian Ananta mendukung larangan pemerintah terkait warga yang berdomisili di zona merah untuk tidak melakukan mudik ke kampung halaman.

"Secara pribadi saya kurang setuju untuk mudik. Yang dihadapi soalnya musuh kecil tak terlihat. Gimana lawannya Phisycal Distancing atau jaga jarak," kata Ian.

Ian menilai pulang kampung saat ini berisiko yakni menularkan atau justru tertular.

"Lebih baik menunda mudik tapi nanti sehat dibanding mudik tapi tidak tau, kita atau saudara kita yang sakit ke depannya," ucap Ian.

Komunitas Tak Gelar Konvoi Mudik

Penasehat Chevrolet Spin Indonesia Ian Ananta telah mengimbau agar anggota komunitasnya tidak melakukan mudik. Anggota disarankan untuk tetap berdiam diri di rumah sembari melakukan kegiatan positif menyambut Hari Raya Lebaran tahun ini.

"Biasanya kami koordinasi untuk mudik, tahun ini tidak diadakan oleh pengurus. Ketua umum juga bilang stay at home," ucap Ian.

Hal yang sama dikatakan Ketua Umum Honda Supra Jakarta Fay. Fay bilang masing-masing anggotanya diimbau tetap berada di rumah mengikuti anjuran pemerintah meski ada kelonggaran mudik di tengah pandemi virus corona.

"Sebelumnya saya anjurkan ke teman-teman ikuti semua aturan pemerintah. Jangan memaksakan. Saya sendiri pun tidak pulang. Terkecuali pemerintah sudah mengizinkan warganya boleh mudik atau pulang kampung. Intinya ikuti aturan pemerintah," tutup Fay. (ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK