Menurut Ketua Umum AvanzaXenia Indonesia Club (AXIC) Taufik Hidayatullah, pemerintah seharusnya tidak memberi kelonggaran mudik di tengah pandemi corona di balik ketegasan memutus mata rantai Covid-19.
"Kalo menurut saya mendingan diketatkan sekalian larangan itu mengingat Jakarta ini sebagai epicentrum," kata Ketua Umum AvanzaXenia Indonesia Club (AXIC) Taufik Hidayatullah kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Kamis (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kelonggaran jika memang bener-benar genting keperluannya," ucap dia.
Sementara, Penasehat Chevrolet Spin Indonesia Ian Ananta mendukung larangan pemerintah terkait warga yang berdomisili di zona merah untuk tidak melakukan mudik ke kampung halaman.
"Secara pribadi saya kurang setuju untuk mudik. Yang dihadapi soalnya musuh kecil tak terlihat. Gimana lawannya Phisycal Distancing atau jaga jarak," kata Ian.
"Lebih baik menunda mudik tapi nanti sehat dibanding mudik tapi tidak tau, kita atau saudara kita yang sakit ke depannya," ucap Ian.
Komunitas Tak Gelar Konvoi Mudik
Penasehat Chevrolet Spin Indonesia Ian Ananta telah mengimbau agar anggota komunitasnya tidak melakukan mudik. Anggota disarankan untuk tetap berdiam diri di rumah sembari melakukan kegiatan positif menyambut Hari Raya Lebaran tahun ini.
"Biasanya kami koordinasi untuk mudik, tahun ini tidak diadakan oleh pengurus. Ketua umum juga bilang stay at home," ucap Ian.
Hal yang sama dikatakan Ketua Umum Honda Supra Jakarta Fay. Fay bilang masing-masing anggotanya diimbau tetap berada di rumah mengikuti anjuran pemerintah meski ada kelonggaran mudik di tengah pandemi virus corona.
"Sebelumnya saya anjurkan ke teman-teman ikuti semua aturan pemerintah. Jangan memaksakan. Saya sendiri pun tidak pulang. Terkecuali pemerintah sudah mengizinkan warganya boleh mudik atau pulang kampung. Intinya ikuti aturan pemerintah," tutup Fay. (ryh/mik)