Rapid Test Buatan BPPT Diklaim Mampu Deteksi Corona 15 Menit

CNN Indonesia | Selasa, 05/05/2020 20:32 WIB
Petugas medis mengamati sampel darah dari pekerja yang mengikuti rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19 di Aula Serba Guna Kementerian Tenaga Kerja, Jakarta, Jumat (1/5/2020). Kemnaker melakukan rapid test COVID-19 terhadap 1000 pekerja dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional sebagai bentuk kepedulian pemerintah saat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras. Ilustrasi rapid test. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) menyatakan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menciptakan alat rapid test untuk mendeteksi virus corona SARS-CoV-2.

Menristek Bambang Brodjonegoro mengklaim alat rapid test itu mampu memberikan hasil cepat dalam waktu sekitar 15 menit dengan tingkat sensitivitas alat rapid test hanya 75 persen.

Alat rapid test itu digunakan untuk deteksi awal dengan cara mendeteksi antigen atau bagian virus corona yang masuk ke dalam tubuh manusia.


"Alat ini tidak seakurat PCR, tapi bisa bantu screening awal dan berikan penanganan," kata Bambang saat konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (6/4).

Bambang menjelaskan ada dua jenis rapid test, yakni berbasis microchip dan LAMP. Dengan berbasis microchip, rapid tes itu dapat mendeteksi mulai hari ke-2 infeksi. Sedangkan rapid test berbasis LAMP yang diketahui buatan LIPI memiliki reagen berbeda dengan test kit PCS sehingga lebih mudah diperoleh.

Selain itu, Bambang menyampaikan BPPT juga mengembangkan polymerase chain reaction (PCR) portabel untuk mendeteksi SARS-CoV-2. Alat tes PCR diketahui lebih akurat dibandingkan alat rapid test serologi atau antibodi (RDT Micro-chip atau RDT IgG IgM).

Alat tes ini akan menggunakan isolat RNA dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan. Inovasi alat PCR portabel itu disebut bisa membantu agar pengecekan corona dengan metode PCR dilakukan di berbagai daerah.

"BPPT akan kembangkan mobile test kit berbasis PCR," ujarnya.

Di sisi lain, Bambang menyampaikan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) juga diklaim turut berkontribusi melalui layanan salah satu satelit buatannya, yaitu LAPAN-A2/LAPAN-ORARI.

Satelit itu telah mengirimkan pesan anjuran physical distancing atau upaya menjaga jarak fisik kepada masyarakat melalui frekuensi radio 145.825 MHz. Pesan lain terkait penanggulangan COVID-19 juga dapat dikirimkan melalui satelit ini.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]