"Kominfo melalui Dirjen Aptika akan segera berkomunikasi dengan Bukalapak," ujar Johnny kepada CNNIndonesia.com lewat pesan teks, Rabu (5/5).
Johnny menyampaikan ruang digital Indonesia, khususnya ecommerce tengah diserang oleh peretas. Sehingga, dia mengatakan Penyelenggara Sistem Elektronik harus menjaga dan meningkatkan kemampuan sistem keamanan pada aplikasinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data 13 juta akun Bukalapak yang bocor kembali diperjualbelikan di forum peretas RaidForums. Terdapat dua penjual yang mengaku memiliki data 13 juta pengguna Bukalapak.
"Saya menjual basis data Bukalapak.com, 12.960.526 pengguna," tulis Asian Boy, salah satu penjual dalam thread di forum itu.
Tahun lalu peretasan data 13 juta akun Bukalapak sempat ramai dibicarakan. Saat itu data dijual oleh peretas Pakistan yang dikenal dengan nama Gnosticplayers.
Saat itu, ia menjual database tersebut secara terpisah dengan total nilai 1.2431 Bitcoin atau sekitar US$5.000 setara Rp70,5 juta (kurs US$1=Rp14.100.
CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menegaskan tidak ada data baru pengguna layanan ecommerce itu yang bocor dan dijual di forum hacker. (jps/eks)