Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI, Yenny Meliana mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Kyoto University, Jepang, dalam mengembangkan antivirus tersebut.
"Senyawa-senyawa yang terdapat di dalam tanaman ketepeng badak dan benalu dilaporkan mempunyai aktivitas antivirus," ujar Yenny dalam keterangan resmi, Selasa (12/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengembangan bahan baku obat berbasis tanaman berpotensi untuk jangka panjang dan memiliki peluang besar bagi industri bahan baku obat di Indonesia," tutupnya.
Marissa menambahkan langkah-langkah yang telah dilaksanakan pada pasien Covid-19 selama ini masih terbatas pada tindakan preventif dan suportif yang dirancang untuk mencegah komplikasi dan kerusakan organ lebih lanjut.
"Selain itu, dilaporkan juga adanya penggunaaan obat malaria yaitu qlorokuin dan emodin," ujar Marissa.
Lebih dari itu, LIPI menilai Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 termasuk jenis virus baru yang bersifat dinamis. Sampai saat ini belum ada formula obat atau vaksin yang tepat untuk mengobati virus ini yang direkomendasikan WHO. (jps/eks)