Jemput Bola Bisnis HP Saat Ramadan di Tengah Corona

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Kamis, 14/05/2020 13:43 WIB
close up young asian woman receiving package box from postman in front of house after check order from internet , delivery transport and online shop concept Ilustrasi belanja online. (Foto: iStockphoto/Chainarong Prasertthai)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pandemi virus corona SARS-CoV-2 (Covid-19) belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Akibatnya, alur ekonomi dunia masih belum stabil.

Di sela itu para pebisnis terus menjajakan produknya agar roda bisnis terus berputar. Mereka mencoba bertahan sampai harus fokus dengan strategi penjualan online di situs perusahaan, tanpa melupakan toko yang belum bisa diandalkan di masa pandemi ini.

Cara yang dilakukan ini bisa disebut 'jemput bola' sebagai alternatif bisnis setelah kebanyakan toko di mal ditutup sementara demi memutus mata rantai pandemi Covid-19.


Strategi pemasaran ini dinilai tepat, sebab sekaligus mengedukasi konsumen bila membeli produk ponsel via situs perusahaan semudah berbelanja di toko fisik.

Ambil contoh tiga vendor ponsel besar yang menguasai pasar Indonesia yaitu Samsung, Vivo, dan Oppo. Sebetulnya sebelum pandemi corona 'menghantui' warga, mereka sudah menjajakan perangkat lewat situs resmi perusahaan.

Siasat menjual ponsel via online semakin dikebut sebagai solusi mencari cara lain agar bisnis perusahaan tetap jalan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 2020 di tengah pandemi virus corona.

Ketiganya mendesain tampilan situs semenarik mungkin dan sama-sama menampilkan produk mereka paling terbaru serta promo yang ditawarkan.

Samsung lewat situs https://www.samsung.com/id/ menawarkan produk ponsel, jam, tablet dan produk rumah tangga seperti smart TV, AC, dan kulkas.

Bahkan pada halaman depan situs Samsung, calon konsumen juga dapat mengetahui produk Samsung apa yang paling banyak dibeli dengan mengklik opsi Best Sellers.

Demi kenyamanan pengunjung, perusahaan menyediakan Samsung Visual Consultant https://www.samsung.com/id/visual-consultant/. Program ini semacam konsultasi produk gratis kepada para pemilik produk Samsung. Kelebihannya bisa video conference di platform tersebut.

Oppo juga memaksimalkan tampilan situs resmi mereka https://www.oppo.com/id/. Saat masuk ke halaman utama, akan tampak produk ponsel lengkap dengan aksesorinya.

Saat kita mengklik opsi smartphone, otomatis akan disuguhkan dengan jajaran ponsel Oppo mulai dari seri X sampai Reno. Sementara aksesori yang ditawarkan seperti headset bluetooth dan buds.

Oppo pun memiliki kemitraan dengan sejumlah pelaku e-commerce misalnya Erafone, Akulaku, Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, dan JD.id. Anda juga bisa pesan produk Oppo via WhatsApp.

Sedangkan Vivo lewat situs https://www.vivo.com/id menawarkan layanan antar ke rumah dan gratis pengiriman. Sama halnya dengan Samsung dan Oppo, Vivo juga menjajakan produk mereka dari berbagai seri mulai dari seri V sampai Y lengkap dengan spesifikasi dan harganya.

Public Relation Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto mengatakan, sebelum pandemi virus corona masuk ke Indonesia, perusahaan telah gencar melakukan penjualan lewat situs resmi mereka dan tentunya platform e-commerce sebagai mitra bisnis.

Maka saat pandemi seperti sekarang ini, Aryo mengatakan pihaknya tengah berupaya untuk menggaet konsumen yang masih membeli produk secara konvensional untuk beralih ke sistem online.

"Saat ini kami menggarap pasar peralihan atau perpaduan antara pasar di mana banyak konsumen tradisional yang harus kita jembatani untuk mudah melakukan pembelian terutama saat PSBB berlangsung," kata Aryo kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/5) malam.

"WhatsApp adalah satu-satunya aplikasi yang banyak digunakan oleh pengguna smartphone dan lebih mudah dijangkau kalangan manapun. Maka dari itu kami memutuskan untuk menggunakan layanan ini dengan tujuan mempermudah konsumen melakukan komunikasi," lanjut dia.

Lebih lanjut kata Aryo, menurut data internal mereka, hari libur atau tanggal merah pengunjung ke situs resmi Oppo lebih banyak dibanding hari-hari libur di waktu normal atau sebelum pandemi.

Ditambah lagi dengan momen Ramadan juga ikut berkontribusi pada trafik data pengunjung situs. Namun Aryo tak menyebutkan angka pasti.

Penjualan Online akan Efektif

Pengamat gadget dari Gatorade, Lucky Sebastian menilai penjualan produk via online ada era baru dalam strategi pemasaran produk apapun. Cara ini bisa memperluas pengalaman calon konsumen dengan syarat menjaga tetap kepercayaan di tengah ketatnya bisnis ponsel dalam negeri.

Nantinya setelah konsumen terbiasa dan kepercayaan mulai terbangun, maka bakal lebih banyak masyarakat meninggalkan toko fisik, dan sebaliknya duduk manis di rumah sembari memilih produk yang ingin dibeli via ponsel.

"Penjualan online secara online dengan partner resmi ini bisa memperluas pengalaman lebih banyak orang membeli secara online karena banyak gerai-gerai smartphone tutup saat pandemi ini," kata Lucky saat dihubungi CNNIndonesia.com.

"Setelah terbiasa dan percaya dengan belanja online, kemungkinan akan semakin banyak orang-orang belanja online karena belanja online memungkinkan harga lebih bersaing," lanjut dia.

Dijelaskan Lucky, bentuk pemasaran melalui online dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, tidak seperti penjualan offline yang dinilai lebih terbatas pasarnya. Kendati demikian, persaingan dalam berbisnis online tetap ketat.

Lebih lanjut kata Lucky, penjualan melalui online pun tidak membutuhkan sewa biaya tempat bahkan tidak ada pembatasan waktu operasional toko praktis bisa menekan harga jual. Berbeda bila memutuskan membuka toko, di situ memperhitungkan banyak aspek mulai sewa gedung dan mengandalkan karyawan toko.

Dalam perkembangannya akan lebih banyak perusahaan memutuskan bisnis online, karena keuntungannya sudah terlihat tanpa harus mendirikan, membeli atau menyewa toko. Praktis tren membuka toko online akan terus berkembang di Indonesia. (din/mik)

[Gambas:Video CNN]