Menurutnya, temuan Super-Earth ini bisa menjawab pertanyaan mendasar untuk mencari kehidupan lain di luar Bumi. Pertanyaan ini dijawab dengan mencari planet lain di luar tata surya yang diperkirakan bisa mendukung kehidupan.
"Salah satu pertanyaan mendasar yg dijawab astronom adalah are we alone (apakah kita sendiri)? Adakah kehidupan lain di luar Bumi?," tuturnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (14/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Super-earth adalah exoplanet yg memiliki massa sekitar 2-10 kali massa Bumi. Kata super mengacu pada keterangan untuk menjelaskan ukuran planet yang beberapa kali melebihi ukuran Bumi.
"Kalau planetnya lebih massif dari 10x massa Bumi, lebih sering disebut Neptune-size (seukuran Neptunus)," jelas Rhorom.
Lebih lanjut Rhorom menjelaskan beberapa syarat planet di luar Bumi disebut bisa mendukung kehidupan:
Predikat sedang ini menurut Rhorom mengacu pada kondisi suhu mirip Bumi. Sebab, kondisi pendukung kehidupan yang saat ini diketahui adalah kehidupan di Bumi. "Planet kita yang selalu menjadi benchmark (acuan)," tuturnya.
2. Gravitasi sedang untuk menjaga atmosfer dan nyaman untuk pergerakan materi (dan makhluk).
Syarat ini menurut Rhorom berkaitan dengan ukuran dan massa planet. Ketika peneliti menemukan exoplanet, biasanya jaraknya dari bintang induk bisa langsung diperoleh berikut massa dan ukuran planet yang terkadang ikut didapat.
3. Ada gas yang berkaitan erat dengan kehidupan, misalnya oksigen, nitrogen, metana.
Rhorom menyebut astronom bisa melakukan perkiraan kasar untuk poin 1 dan 2. Sementara untuk syarat nomor 3 ini, peneliti perlu pengamatan lanjutan yang jauh lebih sulit. "Tidak bayak teleskop di dunia ini yg bisa melakukan pengamatan untuk konfirmasi syarat 3," tuturnya.
(eks)