Temuan planet mirip Bumi dari peneliti Universitas Canterbury (UC) di Selandia Baru tadi disebut memiliki ukuran dan orbit yang sangat mirip dengan Bumi.
Para peneliti menyebut planet langka temuan mereka ini punya masa antara Bumi dan Neptunus. Jarak orbit planet ini dengan bintang yang menjadi pusat revolusi berada di sekitar jarak Venus dengan Bumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip CNET, planet ini berada nyaris di tengah galaksi Bima Sakti. Kira-kira berjarak 25 ribu tahun cahaya dari pusat galaksi ini. Penelitian ini dipublikasikan di Jurnal Astronomical bulan ini.
"Efek microlensing jarang terjadi, dengan hanya sekitar satu dari sejuta bintang di galaksi yang terpengaruh pada waktu tertentu. Selain itu, jenis pengamatan ini tidak berulang, dan kemungkinan menangkap planet pada saat yang sama sangat rendah," jelas astronom UC, Antonio Herrera Martin, seperti dikutip Tech Explorist.
Temuan ini bermula ketika Dr Herrera Martin pertama kali memperhatikan bahwa ada bentuk yang tidak biasa pada cahaya yang keluar dari yang tengah diamati. Ia lantas melakukan analisis komputasi berbulan-bulan yang menghasilkan kesimpulan bahwa peristiwa ini disebabkan oleh paduan bintang dengan planet bermassa rendah.
Para ilmuwan mengamati peristiwa microlensing ini selama 2018 dan menunjuk OGLE-2018-BLG-0677 menggunakan Eksperimen Gravitasi Optik (OGLE) menggunakan teleskop di Chili, dan Jaringan Teleskop Microlensing Korea (KMTNet) tempat para astronom UC termasuk, menggunakan tiga teleskop yang identik, menggunakan tiga teleskop yang sama. di Chili, Australia, dan Afrika Selatan.
Planet di luar tata surya atau exoplanet (extra solar planet) memang menjadi perburuan para astronom untuk mencari planet-planet lain yang serupa dengan Bumi. (eks/eks)