Program Tes Covid-19 Bill Gates Dihentikan Pemerintah AS

CNN Indonesia | Senin, 18/05/2020 10:07 WIB
Microsoft co-founder Bill Gates speaks at the Economic Club of Washington's summer luncheon in Washington, DC, on June 24, 2019. (Photo by NICHOLAS KAMM / AFP) Bill Gates. (AFP/NICHOLAS KAMM)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (The US Food and Drug Administration/FDA) Amerika Serikat memerintahkan program pengujian virus corona (Covid-19) di Seattle yang didanai pendiri Microsoft Bill Gates di Seattle dihentikan hingga batas waktu yang ditentukan.

FDA mengatakan program pengujian yang menawarkan kit pengujian secara mandiri di rumah itu boleh dilanjutkan jika sudah mendapat persetujuan tambahan.


Program yang bernama SCAN atau Seattle Coronavirus Assessment Network itu telah diuji pada 300 orang sebelum diperintahkan berhenti.


SCAN diklaim tidak bermaksud menggantikan pengujian negara yang sudah tersebar luas, melainkan untuk mendeteksi lebih jelas tentang bagaimana Covid-19 menular melalui komunitas yang berada pada risiko terbesar dan apakah tindakan jarak fisik efektif bekerja.

Melansir Business Insider, situs web SCAN mengunggah informasi terbaru yang mengatakan bahwa FDA memerlukan emergency use authorization (EUA) untuk tes virus corona yang dilakukan secara mandiri.

FDA mengatakan bahwa program tersebut harus dikenai pedoman pengujian diagnostik karena mengembalikan hasil kepada pasien. Dalam informasi itu dikatakan FDA belum menemukan masalah keamanan dan keakuratan tes SCAN.

Meski demikian seorang juru bicara FDA mengatakan masalah penghentian program tampaknya terkait kategorisasi dan penggunaan tes SCAN. Tes itu dikategorikan sebagai tes pengawasan yang hanya digunakan peneliti dan tidak dapat diberikan kepada pasien atau dokter untuk tujuan diagnostik.

SCAN diluncurkan pada awal Maret dengan pendanaan dari Gates Foundation. Program itu merupakan kolaborasi antara Seattle dan King County Public Health Department dengan sejumlah universitas dan rumah sakit.

Lewat blog pribadinya, Gates menjelaskan program pengujian SCAN merupakan kelanjutan dari program penelitian flu yang pernah ditemukan pada tahun 2018, yakni Seattle Flu Study.


Program itu sebelumnya melacak penyebaran flu selama musim 2018 dan mendeteksi kasus virus corona pertama di Amerika Serikat pada bulan Februari 2020.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pengujian luas diperlukan untuk menghentikan pandemi. Namun, data menunjukkan AS masih tertinggal dari negara lain dalam pengujian per kapita.

Melansir The Hill, Gates mengatakan program SCAN bisa menjadi alat yang efektif dalam memandu respons kesehatan masyarakat.

"Tidak hanya akan membantu meningkatkan pemahaman kita tentang wabah di Seattle, itu juga akan memberikan informasi berharga tentang virus untuk komunitas lain di seluruh dunia," tulis Gates dalam postingan blog.

Di sisi lain, kekhawatiran juga tengah terjadi akibat efektifitas tes antibodi virus corona, yang semula diklaim dapat dapat mengukur seseorang sebelumnya memiliki Covid-19. SCAN sendiri diketahui tidak menguji antibodi. (panji/fea)

[Gambas:Video CNN]