Beda Cara APM Jualan Mobil Saat New Normal

fea, CNN Indonesia | Kamis, 21/05/2020 14:19 WIB
Suasana gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 yang berlangsung di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, 25 April 2019. Gelaran ini menghadirkan produsen kendaraan roda empat dan dua serta asesoris lainnya yang  berlangsung hingga 5 Mei 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika) Ilustrasi penjualan mobil kala corona. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Strategi pemasaran dan penjualan mobil di Indonesia telah berubah sejak pandemi virus corona (Covid-19) melanda mulai Maret. Para produsen otomotif menilai adaptasi itu bakal jadi modal menghadapi situasi new normal yang bakal ditetapkan pemerintah.

Istilah new normal, merujuk pada perkataan Presiden Joko Widodo, adalah aktivitas masyarakat yang normal walau penyebaran Covid-19 belum usai. Aktivitas normal itu dilakukan dengan protokol kesehatan.

Semasa pandemi, semua merek otomotif melakukan berbagai penyesuaian agar bisnis tetap berjalan. Peluncuran produk tetap dilakukan namun menggunakan platform online, program promosi penjualan tetap dibuat, serta servis dan test drive sekarang bisa dilakukan di rumah konsumen.


"Sebetulnya pada Maret, April, dan Mei, secara operasi kami sudah beradaptasi. Semakin ke sini semakin smooth, sudah di bawah alam sadar. Jadi saat berinteraksi dengan konsumen sudah ada aturan atau pedoman baru," kata Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra, saat dihubungi Rabu (20/5).

Donny mengatakan pedoman baru itu awalnya adalah kebijakan perusahaan, namun telah menjadi kebiasaan baru semasa pandemi. Para karyawan juga secara otomatis menjadikannya norma baru dalam menjalani aktivitas.

Donny bilang selama masa pandemi pihaknya tetap melakukan cara-cara konvensional namun dikombinasikan dengan sistem online. Suzuki tidak jor-joran mengalihkan pemasaran ke online sebab dikatakan pengguna internet di Indonesia masih tergolong kecil.

Selain itu juga disebut ada tahapan pembelian mobil yang dikatakan tidak bisa terpenuhi melalui online. Riset sebelum membeli mobil baru bisa dilakukan online, sedangkan test drive buat merasakan pengalaman tidak bisa.

Selain itu dirasa tidak semua orang terbiasa melakukan transaksi keuangan melalui cara online.

"Pembeli mobil di Indonesia itu usianya 30 - 45 tahun, 80 persennya pembeli mobil baru. Pembeli mobil baru butuh waktu [adaptasi transaksi online], tapi kita akan ke sana. Kita sudah banyak masuk ke digital, tapi setelah itu tetap kombinasi. Konsumen tetap dihubungi telepon, manual, jadi ada interaksi walau tidak fisik," ucap Donny.

Sementara itu menurut Anton Jimmy, Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor, pemasaran di platform digital merupakan suatu new normal. Menurut dia walaupun new normal sudah diberlakukan, pengunjung dealer juga masih terbatas.

"Tapi karena ini big ticket item, perlu ada kombinasi yang baik antar online dan offline. Offline contohnya untuk melihat fisik mobil atau test drive misalnya. Tentu dealer harus beradaptasi dengan hal ini, termasuk protokol kesehatan yang sangat penting untuk tetap dijalankan," ujar Anton.

Direktur Divisi Penjualan dan Pemasaran Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia Irwan Kuncoro mengatakan konsumen saat new normal tidak akan seperti sebelumnya. Produsen dalam hal itu dikatakan mesti beradaptasi untuk mempertahankan bisnis.

Menurut Irwan saat new normal kesadaran konsumen atas faktor-faktor kesehatan bakal meningkat sebab itu dealer harus mengikuti.

"Kita juga harus mengembangkan dengan para dealer bagaimana ke depannya, karena new normal tadi di mana konsumen tidak seperti sebelumnya. Jadi bagaimana proses penjualan yang minim kontak, itu akan kami kembangkan bagaimana memastikan dari sisi kesehatan, higienis, keselamatan, dan sosial distancing," ucap Irwan. (fea)

[Gambas:Video CNN]