"(Herd immunity) tidak diperbolehkan dan dalam sejarahnya tidak pernah juga dianjurkan secara formal oleh Badan Kesehatan Dunia," ujar Dicky kepada CNNIndonesia.com, Rabu (20/5).
Pernyataan Dicky sekaligus mendukung peringatan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK) agar pemerintah agar tidak menempuh cara herd immunity untuk menanggulangi Covid-19. Menurut mantan Wakil Presiden ini herd immunity akan menimbulkan banyak korban di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Kepala LBM Eijkman David Handojo Muljono mengatakan herd immunity yang nyata sulit terjadi jika virus SARS-CoV-2 mengalami mutasi. Selain itu, herd immunity terjadi ketika sudah banyak yang meninggal.
Secara epidemiologi, (kasus) akan turun kalau sudah terjadi herd immunity, tetapi berarti yang meninggal sudah banyak sekali. Dan kemungkinan bisa sulit terjadi herd immunity yang real kalau virus mutasi," ujar David kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/5).
"Bagaimana jika kita akan kehilangan beberapa orang tua di sepanjang jalan? Ini benar-benar berbahaya, perhitungan berbahaya," ujar Ryan dalam konferensi pers di Jenewa dikutip dari laman resmi WHO.
Herd immunity atau kekebalan kelompok merupakan bentuk perlindungan tak langsung tubuh dari penyakit menular. Tapi kondisi ini baru bisa dicapai ketika sebagian besar populasi kebal terhadap infeksi, sehingga penyebaran penyakit bisa dihentikan.
Kekebalan bisa didapat dari vaksinasi atau seseorang sudah pernah terinfeksi. Dalam kasus wabah Covid-19 ini, karena belum ditemukan vaksin, maka herd immunity baru bisa dicapai ketika sebagian besar orang terpapar virus.
"Manusia bukan kawanan (seperti binatang). Saya pikir kita harus benar-benar berhati-hati ketika kita menggunakan cara itu," ujar dia.
Ahli molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo mengaku lebih memilih pendekatan aggressive testing dibandingkan herd immunity. Dia menilai cara itu adalah kebijakan yang radikal.
"Pendekatan [herd immunity] ini betul-betul radikal. Apa landasan berpikirnya, ini terkait sudah kelabakannya fasilitas kesehatan, seperti di Italia. Jadi, sekarang Eropa memikirkan, sudah biarkan saja yang tidak punya harapan hidup itu mati," tutur Ahmad dalam diskusi yang diikuti CNNIndonesia.com.