Volkswagen Sebut Video Iklannya Rasis dan Minta Maaf

CNN, CNN Indonesia | Jumat, 22/05/2020 10:14 WIB
(FILES) This file photo taken on March 07, 2012 shows a Volkswagen worker polishing the logo on the front of a car coming off the assembly line for the VW Tiguan and Touran models in Wolfsburg, central Germany.
One year after 'Dieselgate', Volkswagen (VW) faces lawsuits around the world. So far, VW has refused to compensate Europeans or buy back their vehicles -- as the firm has done for many US customers. Instead, it plans to retrofit the 8.5 million vehicles affected to meet emissions standards honestly. Experts predict that the total bill for Volkswagen could reach between 25 and 30 billion euros, leaving the firm once again raiding its piggy bank but not threatening its survival. / AFP PHOTO / ODD ANDERSEN Logo Volkswagen. (AFP PHOTO / ODD ANDERSEN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Volkswagen telah menyatakan meminta maaf karena mengunggah video promosi mobil terbaru Golf 8 yang dikatakan rasis. Video yang awalnya diunggah di Instagram perusahaan itu telah dihapus, namun sebelum itu sempat diunggah kembali oleh banyak pihak di sosial media.

Video promosi itu memperlihatkan penampakan tangan kulit putih berukuran besar yang kemudian mendorong orang kulit hitam menjauh dari Golf yang sedang parkir. Kemudian tangan itu menyentilnya masuk ke restoran bernama Petit Colon yang menurut CNN.com bila diterjemahkan dari bahasa Prancis artinya 'Little Colonist (kolonis kecil) atau Little Settler (pemukim kecil).


"Kami mengunggah video iklan yang rasis di saluran Instagram Volkswagen. Kami mengerti kemarahan publik atas hal ini. Karena kami juga ketakutan," ucap Head of Sales and Marketing Volkswagen Jürgen Stackmann.


"Atas nama grup Volkswagen, kami meminta maaf kepada publik sebesar-besarnya atas film ini. Dan kami meminta maaf khususnya untuk pihak yang tersinggung secara personal atas konten rasis karena pengalaman mereka," katanya lagi.

Hal rasis dari kubu Volkswagen seperti ini bukan yang pertama terjadi. Pada tahun lalu sang CEO, Herbert Diess, meminta maaf usai menggunakan istilah 'Ebit macht frei' atau berarti 'Ebit yang membebaskan kamu'.

Ebit yang dimaksud merujuk pada pendapatan sebelum pajak untuk mengukur keuntungan perusahaan. Namun kata-kata itu dirasa mirip dengan 'Arbeit macht frei' yang tertulis di gerbang kamp konsentrasi Nazi di Auschwitz selama Perang Dunia II.


Volkswagen merupakan merek mobil Jerman yang tak bisa dilepaskan dari nama Adolf Hitler, pimpinan tertinggi Nazi. Volkswagen berdiri pada 1937 saat Hitler berkuasa dan pada masa awalnya pernah menggunakan budak dari kamp konsentrasi untuk memproduksi mobil.

Saat ini grup Volkswagen merupakan perusahaan otomotif terbesar di dunia yang menjual 11 juta unit mobil pada 2019. Grup Volkswagen membawahi banyak merek termasuk Volkswagen, Audi, Bugatti, Porsche, Bentley, dan Lamborghini.

[Gambas:Youtube] (fea)