Spesifikasi Hiace Bantu Tenaga Medis Jatim Deteksi Corona

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 27/05/2020 16:05 WIB
Mercedes-Benz Ambulans Sprinter Ilustrasi kendaraan untuk membantu tenaga medis. (Foto: Dok. Mercedes-Benz Distribution Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyalurkan kendaraan yang dapat digunakan untuk membantu tenaga medis di Jawa Timur mendeteksi virus corona (Covid-19). Dua unit dari lima kendaraan berjuluk laboratorium bio safety level 2 tersebut sudah diterima Pemerintah Kota Surabaya.

"Nanti ada tiga lagi. Itu untuk Lumajang, Sidoarjo, dan Surabaya lagi," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam tayangan langsung hari ini Rabu (27/5).

Menurut Doni kendaraan-kendaraan tersebut untuk mengantisipaasi kerusakan satu laboratorium di Jawa Timur yang selama ini digunakan untuk mendeteksi virus Corona.


"Jadi pengiriman ini diharapkan bisa membantu pemerintah Surabaya [mendeteksi virus Corona]," ungkapnya.

Mobil-mobil yang sudah 'disulap' layaknya sebagai laboratorium 'berjalan' tersebut merupakan garapan perusahaan karoseri Inti Dharma. Perusahaan tersebut bekerja sama langsung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam pengadaan unit.

Kendaraan itu sendiri berbasis Toyota Hiace mesin diesel 2.494 cc. Dimensi panjangnya mencapai 5.380 mm dan lebar 1.880 mm. Berdasarkan keterangan situs resmi Toyota Indonesia, mobil dalam kondisi baru dijual Rp486,2 juta.

Pada interiornya sudah disematkan fitur negatif pressure yang sudah dilengkapi sistem double High Efficiency Particulate Air (HEPA) sehingga udara bebas virus.

Di samping itu juga peralatan kesehatan untuk membantu tenaga medis mendeteksi virus Corona, seperti alat PCR teknologi baru yang didatangkan dari Korea Selatan dengan crystal mix. Disebutkan PCR pada umumnya menggunakan liquid reagen, tapi ini memakai reagen padat sehingga mudah dibawa ke mana saja dengan suhu temperatur ruangan.

"Sehingga ini tidak perlu pendinginan khusus minus 80 derajat atau 20 derajat," ucap Direktur Inti Dharma Santoso Halim.

Santoso juga mengatakan teknologi yang ada pada mobil tersebut mempermudah dan mempercepat pengetesan virus corona pada diri seseorang.

"Nah ini mempermudah dan mempercepat mengetahui ODP, PDP, lalu positif atau tidak. Ya kurang 40 menit, tepatnya 39 menit. Itu kami bisa langsung ngetahui orang positif atau negatif corona," ucap Santoso.

"Jadi dalam mengatasi virus corona ada beberapa hal yang penting salah satunya kecepatan Kedua teknologi. Saya yakin bahwa virus corona akan bisa kita hadapi bersama tentunya dengan teknologi," ujarnya kemudian.

[Gambas:Youtube]

(ryh/mik)