Yoel Roth, kepala integrasi situs Twitter diserang oleh para pendukung dan penasihat utama Presiden Amerika Serikat itu. Pasalnya ia dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab atas pelabelan cuitan Trump itu.
Ia menjadi sasaran kritik pendukung Trump lantaran ia sempat mencuitkan kritik terhadap Trump pada 2016-2017. Dalam cuitannya itu, ia menyebut Trump sebagai rasis dan NAZI sebenarnya di Gedung Putih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menambahkan bahwa CEO Twitter Jack Dorsey pun bukan pengambil keputusan atas hal itu. Ia hanya mendapat informasi terkait hal tersebut.
Jack Dorsey pun ikut berkomentar lewat cuitannya.
"Cek fakta: seseorang yang pada akhirnya bertanggung jawab atas tindakan kita sebagai perusahaan adalah saya," tulis Dorsey seperti dikutip Business Insider.
Cuitan Trump yang dipermasalahkan terkait dengan klaim bahwa gubernur California tengah mengirimkan surat suara bagi warga di negara bagian itu.
Cuitan ini lantas dilabeli sebagai cuitan yang tak berdasar oleh Twitter. Sebab, isinya berpotensi menyesatkan. Di bawah kolom kicauan Trump, Twitter mengunggah tautan 'dapatkan fakta tentang mail-in ballots' dan mengarahkan pengguna twitter untuk melihat sejumlah fakta terkait pengiriman surat suara itu.
Kejadian ini merupakan pertama kalinya dilakukan oleh platform media sosial setelah lama menolak seruan untuk mengecam postingan Trump yang dianggap menentang kebenaran.
Kepala Hukum, Kebijakan, Kepercayaan, dan Keamanan Twitter menyebut bahwa kebijakan itu adalah keputusan perusahaan.
"Kami adalah tim yang memiliki pandangan berbeda dan kami mendukung pengguna kami dan keputusan kami untuk tetap menjaga perbincangan yang sehat di platform ini." (eks)