Garda Geram Pengamat Transportasi Usulkan Ojol Diganti Bentor

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 12:26 WIB
Ojek online yang mangkal dipinggir jalan Sudirman, Jakarta, Selasa, 24 Juli 2018. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana memanggil perusahaan atau pengelola ojek online ke Balai Kota karena keberadaan ojol dianggap telah menyebabkan kemacetan saat menunggu penumpang atau mengetem di pinggir jalan. CNNIndonesia/Safir Makki Ilustrasi ojek online. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) merespons usulan pengamat yang meminta pemerintah menggusur ojol dan ojek konvensional dan digantikan bajaj dan bentor atau sepeda motor yang sudah dilengkapi gandengan samping bakal penumpang.

Usulan itu disampaikan Felix Iryantomo, Peneliti Senior Institut Studi Transportasi (Instran) dan Djoko Setijowarno, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat menyikapi isu penggantian kebijakan dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke new normal.

Ia menyebut ojek online tak cocok digunakan pada masa new normal di tengah pandemi corona (Covid-19). Mereka menilai penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi umum tidak mendukung gerakan jaga jarak.


Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia Igun Wicaksono mengatakan ucapan yang disampaikan pengamat itu merugikan banyak pihak terutama pengemudi ojol.

"Garda mengingatkan kepada rekan-rekan pengamat transportasi agar tidak menilai ojol dari satu aspek dari satu sisi negatif ojol jangan asal jeplak, jangan bicara negatif terus terhadap ojol tanpa pertimbangan kesiapan ojol dalam menghadapi new normal," dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia, Rabu (3/6).

"Adanya pendapat-pendapat dari beberapa pengamat yang selalu memberikan kritik negatif seakan menggambarkan dan meminta bahwa pemerintah harus hentikan operasional ojol, dinilai Garda sangat merugikan," sambung Igun.

Igun mengatakan sebelum menyampaikan pendapat seharusnya pengamat mempertimbangkan segala sektor. Contohnya masyarakat yang mencari nafkah sebagai pengendara ojek dan jutaan rakyat Indonesia pengguna jasa.

"Sebaiknya pengamat transportasi berikan kritik yang membangun bagi ojol, bukannya tendensi agar dilarang beroperasi di Indonesia ini dengan dalih ojol bukan bagian alat transportasi umum," kata Igun.

Sejauh ini, pihak Garda dan ojol lainnya telah mempersiapkan standar protokol kesehatan bagi pengemudi ojol saat diperbolehkan membawa orang kala new normal.

Protokol yang sudah disiapkan antaranya pengendara selalu menjaga kebersihan diri, penumpang membawa helm sendiri, hingga sekat plastik yang dapat digunakan sebagai pembatas antara penumpang dan pengendara agar tak bersentuhan langsung.

Seperti diketahui selama PSBB keleluasaan ojek online mengangkut penumpang dibekukan sementara oleh aplikator menyesuaikan aturan pemerintah. Layanan ojol hanya untuk mengantar barang.

Sedangkan new normal, asosiasi ojol berharap bisa membantu masyarakat yang membutuhkan angkutan sepeda motor. (ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK