Hal ini terkait dengan meningkatkan angka pengangguran di seluruh dunia saat pandemi Covid-19. Hacking atau peretasan menjadi salah satu alternatif yang dicari untuk mendapatkan penghasilan.
Sehingga diperkirakan tahun ini angka kejahatan siber bakal melesat tinggi akibat pelemahan ekonomi. Cybernews memperkirakan akan terjadi gelombang kejahatan siber besar-besaran akhir tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelima kata kunci itu adalah how to get on dark web (bagaimana cara mendapatkan dark web), how to scam (bagaimana cara melakukan scam), dan learn hacking (belajar meretas).
"Volume pencarian untuk delapan kata kunci lain yang terkait dengan pembelajaran kejahatan dunia maya seperti bagaimana cara meretas, bagaimana mencari peretas, tutorial peretasan, dan empire market pun meningkat selama bulan Maret dan April," tulis Mikalauskas dikutip dari keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (2/6).
Merujuk pada data tersebut, Mikalauskas menilai bahwa peningkatan kata pencarian terkait peretasan dapat menjadi indikator lonjakan kejahatan siber di masa depan.
Lebih lanjut data Cybernews menunjukkan bahwa peretas dunia maya biasanya berasal dari negara dan wilayah yang secara ekonomi masuk kategori menengah ke bawah.
"Lonjakan pencarian terkait kejahatan di dunia maya sedang kami amati dan sebagian besar mereka berasal dari Bangladesh, India, Pakistan, dan Nigeria," sambungnya.
Cybernews pun menyarankan saat masa bekerja dari rumah demi menekan pandemi virus corona ini mestinya dimanfaatkan para pemangku institusi maupun perusahaan untuk berbenah diri.
Caranya, dengan meningkatkan perlindungan jaringan dalam hal keamanan siber sebagai ajang mitigasi saat menghadapi lonjakan peretasan yang lebih banyak di masa depan.
Beberapa waktu lalu, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengeluarkan data terkait serangan siber selama pandemi virus corona di Indonesia yang naik hampir enam kali lipat.
Data BSSN pun menunjukkan bahwa telah terjadi serangan malicious terhadap layanan video konferensi Zoom yang menggunakan pengkodean berisi modul metasploit, adware, dan hiddenad/hiddad.
Sementara serangan siber secara global yang memanfaatkan isu Covid-19 ada 25 kasus. BSSN mengatakan jenis-jenis serangan yang dilancarkan ialah malware, phising, dan ransomware. (din/eks)