Fenomena Merkurius Terlihat Jelas Sore Ini di RI

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 13:20 WIB
bintang kejora, venus, jupiter langit malam Ilustrasi Planet Venus dan Merkurius. (Foto: Screenshot via web Nasa.gov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pusat Sains Antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) mengumumkan fenomena konjungsi inferior planet Venus dan Merkurius dapat terlihat jelas di seluruh wilayah Indonesia, hari ini Kamis (4/6). Konjungsi inferior adalah apabila planet terletak di antara Matahari dan Bumi.

Menurut LAPAN, puncak fenomena ini terjadi pada pukul 00.42 WIB dini hari pada 4 Juni 2020 sebab jarak Venus dengan Bumi hanya sekitar 43 juta kilometer.

"Puncak fenomena ini terjadi pada pukul 00.42 Waktu Indonesia Barat. Jarak Venus dengan Bumi sekitar 43 juta kilometer, Venus terletak di antara Matahari dan Bumi serta berada 1 garis lurus dengan Matahari dan Bumi," tulis akun Instagram resmi @pussainsa_lapan.


Lebih lanjut konjungsi inferior Venus sendiri menandai beralihnya penampakan Venus ketika senja dari arah Barat dan mulai nampak di arah Timur ketika waktu fajar.

Sementara Merkurius mengalami elongasi timur maksimum pada jarak 23,6 derajat dari Matahari. LAPAN menyebut ini adalah waktu terbaik untuk melihat planet Merkurius jelang Matahari terbenam sore hari ini.

Namun sebetulnya salah satu ciri Merkurius memang planet yang dapat dilihat langsung dari Bumi ketika Matahari akan terbenam atau tepatnya pada sore hari. Maka tidak dibutuhkan teknologi canggih untuk menyaksikan Merkurius.

"Planet Merkurius mencapai elongasi timur maksimum 23,6 derajat dari Matahari. Ini adalah waktu terbaik untuk melihat Merkurius karena akan berada pada titik tertinggi di atas cakrawala di langit malam. Cari planet yang rendah di langit barat setelah Matahari terbenam," jelas Pusat Sains Antariksa LAPAN.

Setelah fenomena konjungsi inferior Venus dan Merkurius, LAPAN juga mencatat keesokan harinya akan terjadi peristiwa Bulan Purnama.

Artinya, Bulan akan terletak di belakang Bumi bila dilihat dari Matahari dan wajahnya akan sepenuhnya disinari cahaya Matahari. Fase ini terjadi pada pukul 02.10 WIB.

Sebagai informasi, Bulan Purnama dikenal oleh suku-suku asli Amerika Awal sebagai Bulan Stroberi Penuh. Sebab fenomena ini mengisyaratkan waktu tahun untuk mengumpulkan buah yang sudah matang.

Hal ini juga bertepatan dengan puncak musim panen stroberi. Bulan Purnama juga dikenal sebagai Bulan Mawar Penuh dan Bulan Madu Penuh. (din/mik)

[Gambas:Video CNN]


BACA JUGA