Pada pertemuan Dewan Space19+ di Sevilla, Spanyol pada November lalu, ESA mendapatkan dana untuk membuat desain mesin Prometheus agar cocok diproduksi dalam skala industri. Roket yang dikembangkan ArianeGroup ini sekarang seperti menjadi kunci Eropa kompetitif soal akses ke luar angkasa.
Prometheus ESA adalah pendahulu roket berbiaya sangat rendah yang cukup fleksibel agar bisa digunakan untuk seluruh jenis misi. ESA membidik produksi desain ekonomis Prometheus bisa menurunkan biaya sistem peluncuran sekali pakai Ariane 5 Vulcain 2 hingga 10 kali lipat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komponen yang diproduksi dan sudah siap diuji termasuk turbin pompa turbo, inlet pompa dan katup generator gas. Model ruang bakar pertama ditargetkan selesai akhir Juni sementara ruang bakar untuk M1 akan diselesaikan pada Desember 2020.
Tujuan ESA dengan Prometheus adalah untuk memproduksi mesin tersebut masing-masing seharga US$ 1,1 juta. Prometheus juga dirancang untuk dapat digunakan kembali.
Rencana ini hampir bersamaan dengan keberhasilan SpaceX yang mengirimkan astronaut Amerika Serikat ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Roket Falcon 9 digunakan oleh kru Space Dragon dalam misi ini. (jnp/fea)