Saran Epidemiolog untuk Anies Agar PSBB Transisi Berhasil

CNN Indonesia | Sabtu, 06/06/2020 11:54 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyidak pasokan beras di BUMD DKI Jakarta PT Foodstation Tjipinang Anies Baswedan. (CNN Indonesia/ LB Ciputri Hutabarat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman menyarankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta rutin melakukan monitoring selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi berlaku di Ibu Kota. Dia mengatakan hal itu untuk mengefektifkan pencegahan kasus baru virus corona.

"Jadi selama masa transisi ini, pemerintah DKI dan jajarannya ke bawah melakukan monitoring sambil terus dievaluasi apakah pelonggaran ini sesuai dengan harapan, dalam artian tidak menimbulkan adanya kasus baru," ujar Dicky kepada CNNIndonesia.com, Jumat (5/6),

Dicky menuturkan monitoring dan evaluasi diperlukan untuk memastikan seluruh pihak mengikuti aturan new normal yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan adanya hal itu, dia menyebut Pemprov DKI bisa mengambil tindakan cepat jika tidak sesuai dengan harapan.


Lebih lanjut, Dicky menyampaikan Pemprov DKI juga harus melakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat dan institusi terkait dengan new normal. Dia menilai new normal merupakan strategi pencegahan penularan Covid-19.

"Sehingga masyarakat jadi siap setelah nanti betul-betul PSBB ditiadakan mereka sudah paham apa kewajiban dan peran mereka dalam ikut melandaikan kurva," ujarnya.

Di sisi lain, Dicky mengingatkan pencegahan penularan Covid-19 bukan hanya tanggungjawab pemerintah. Sehingga, dia menyarankan masyarakat untuk pro aktif, yakni mematuhi segala imbauan yang disampaikan oleh pemerintah.

Masyarakat, kata dia, harus lebih peduli dan disiplin terhadap protokol kesehatan agar siap menghadapi tatanan kehidupan baru ketika memulai kembali beraktifitas.

Ada tiga hal yang mesti dihindari oleh masyarakat ketika masa transisi, yakni rapat dekat dengan banyak orang, menjauhi keramaian dan membuat keramaian, serta menghindari berada dalam satu ruangan yang tidak baik.

"Jadi kita semua peran penting untuk melindungi diri kita, keluarga, dan orang lain dari penularan atau tertularnya Covid-19. Jadi kita bisa melakukan peran penting ini dengan cara memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan menaati yang 3 R, yakni ramai, rapat, dan ruang," ujar Dicky.
Lebih dari itu, Dicky menilai masa transisi PSBB di DKI merupakan hal yang tepat karena berfungsi untuk monitoring dan evaluasi. Dia mengimbau pelonggaran bukan bentuk izin bagi orang berisiko untuk kembali beraktifitas.

"Untuk pegawai yang masuk harus di skrining. Yang berisiko memiliki penyakit komorbiditas, apalagi gangguan ginjal, paru-paru, diabetes, atau obesitas mereka harus tetap dianjurkan diberikan pilihan untuk bekerja diari rumah," ujarnya.

"Jadi pelonggaran ini bukan berarti pembolehan terhadap, baik itu orang berisiko atau kegiatan yang berisiko," ujar Dicky.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]