Diproduksi Chengdu Aerospace Corporation, jet bermesin ganda tersebut dirakit untuk menandingi jet tempur siluman Raptor F-22 milik Amerika Serikat. Oleh pemerintah China, jet menjalani uji terbang pertama pada 11 Januari 2011.
Jet Chengdu J-20 berukuran lebih besar dibanding Raptor F-22 dan Sukhoi T-50 dengan memanfaatkan sayap delta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chengdu J-20 menampilkan perpaduan intake engine jet rendah, konfigurasi canard delta, sistem fly-by-wire yang lebih modern, inletless supersonic inlet (salah satu komponen mesin jet yang kecepatannya bisa melebih kecepatan suara), dan ekor jet berbentuk V.
Tak hanya itu, jet juga dilengkapi senjata lateral kecil untuk mengintegrasikan AAM PL-10. Ada juga senjata jenis rudal anti-radiasi sampai bom berpemandu laser.
Mesin penggeraknya menggunakan mesin Saturn 117S yang disuplai Rusia. Setiap mesin dapat menghasilkan daya dorong sampai 32.000 lb, seperti dilansir Deagel.
WS-10G dilengkapi dengan nosel (perangkat yang dirancang untuk mengontrol arah) yang dikendalikan oleh thrust vector controlled (TVC) untuk mengurangi radar cross section (RCS). Mesin memiliki diameter 0,95 meter dan bobot 1,494 kilogram.
Chengdu J-20 dilengkapi dengan tiga roda pendaratan yang terdiri dari, satu roda tunggal yang ditempatkan di hidung pesawat dan dua roda tunggal utama.
Dari segi performa, J-20 dapat naik ke udara pada kecepatan 304 meter per detik dan kecepatan maksimumnya 2.100 kilometer per jam. (din/mik)