Hal ini diungkap Head of Technology South East Asia Santanu Dutt ketika ditanya soal keamanan data layanan yang menyediakan layanan distribusi perangkat lunak (software as a service/ SaaS) itu.
Sebab, data-data pribadi yang terkumpul di seluruh layanan AWS telah diaudit perusahaan ke pihak ketiga yang dipercaya oleh Amazon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amazon juga mengaku telah mengaudit keamanan layanan mereka kepada agen pihak ketiga.
Santanu juga membeberkan kalau mereka sudah proaktif memberikan informasi kepada pengguna terkait keamanan data dan privasi serta bagaimana perusahaan mengelola keamanan data pengguna.
Pada 2018, para staf di layanan ecommerce Amazon disebut sempat menjual data internal dan informasi rahasia pelanggan mereka kepada pedagang di China. Amazon sendiri memiliki beberapa perusahaan, Amazon.com untuk layanan ecommerce, sementara AWS adalah perusahaan yang memberi layanan SaaS.
Lebih lanjut Santanu pun menjelaskan soal transaksi pembayaran di layanan ecommerce perusahaan itu. Menurutnya, untuk menjaga keamanan transaksi kartu kredit pengguna, Amazon menggunakan audit PCI DSS (Payment Card Industry - Data Security Standard).
PCI DSS adalah sebuah standar keamanan data pemegang kartu baik kartu kredit, ATM, debit maupun e-money. Sebelumnya kata Santanu, keamanan transaksi dijamin oleh ISO 27000.
"Kami memenuhi PCI DSS dan memiliki sertifikat yang kami berikan ke pelanggan untuk membuktikan bahwa kami mengenkripsi data tersebut," pungkas Santanu.
Lihat juga:Bisnis Komputasi Awan Kerek Laba Microsoft |
Produk tersebut ada Amazon Kendra, Amazon Sumerian, dan Know Your Customer. Amazon Kendra merupakan layanan mesin pencari serupa Google. Amazon Sumerian merupakan layanan yang diperuntukkan untuk pengalaman front-end berbasis 3D dan lebih interaktif. (din/eks)