Pengumuman itu pun menimbulkan reaksi dari warganet di Twitter. Pembahasan 'Tembus 1000' pun menjadi trending karena sudah digunakan hampir 8 ribu kali pada Selasa (9/6), pukul 20.00 WIB.
Salah satu akun yang menggunakan kata 'Tembus 1000' adalah @Nathanjanuar8. Dia mengaku heran dengan orang yang keluar rumah bukan untuk keperluan mendesak selama pandemi Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Sedangkan akun @RooneySamuel mengingatkan bahwa new normal bukan membuat aktifitas kembali normal. Dia mengatakan masyarakat harus tetap mematuhi panduan pandemi rumah sakit dan tenaga medis dapat menangani pasien Covid-19.
"New normal bukanlah kembali dalam situasi normal sebelum pandemi ya guys.. karna hari ini adalah Abnormal tembus 1000 kasus positif baru. Rumah sakit & tenaga medis di Indonesia belom mampu menampung pasien SARS-CoV-2 yg membludak," kicau @RooneySamuel.
[Gambas:Twitter]
Adapun akun @Pasti_Kembali mengimbau kepada semua pihak untuk meningkatkan kesadaran dalam mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Dia meminta semua pihak untuk mengesampingkan berbagai isu tentang Covid-19.
"Tembus 1000. New Normal mah pasti akan tetap b'jalan,, sehat juga butuh biaya bro, bkn pas sakit aja, yg harus jadi kesadaran kita b'sama skrg patuhi protokol kshtn yg sudah ditetapkan sama pemerintah, dari pd denger konspirasi mending b'usaha dan b'doa smoga cepat slesai ni wabah," kicau @Pasti_Kembali
[Gambas:Twitter]
Hal berbeda disampaikan oleh akun @oktayogaa. Dia mengaku heran mengapa orang terkejut ketika kasus Covid-19 tembus lebih dari 1.000 kasus dalam sehari. Dia menilai angka itu terkait dengan Herd Imunity.
"Tembus 1000 kok kaget? Kan New Normal cuma bahasa politis. Aselinya mah Herd Imunity sama mengatasi pandemi dengan gratisan~," kicau @oktayogaa.
[Gambas:Twitter]