Dibangun di Afrika Selatan dan Australia Barat, SKA diklaim akan menjadi salah satu fasilitas sains terbesar di dunia. SKA diklaim mampu menjelajahi seluruh sejarah dan evolusi alam semesta dan mengungkap kemajuan dalam fisika dasar.
Melansir Space Daily, SKA akan menggunakan 130.000 antena radio individu dan dukungan sistem elektronik terkait. Seluruh antena itu akan dibangun dan tersebar hingga di kawasan Murchison Radio-astronomy Observatory (MRO), yang terletak sekitar 800 kilometer utara Perth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pimpinan ICRAR Steven Tingay mengatakan kemitraan telah menganggarkan dana sebanyak €1,87 miliar untuk sepuluh tahun pertama. Selama tujuh tahun terakhir, dia berkata Pemerintah Persemakmuran telah memberikan dukungan dana sebesar US$10,1 juta untuk persiapan pembangunan.
Dalam laman resmi, SKA adalah proyek pembangunan teleskop radio terbesar di dunia, dengan wilayah pengumpulan lebih dari 1 kilometer persegi. SKA akan menggunakan ribuan piringan dan hingga satu juta antena frekuensi rendah yang akan memungkinkan para astronom untuk memantau langit dengan detil.
Lokasi hosting SKA akan berada di Karoo Afrika Selatan dan Murchison Shire Australia Barat. Karoo akan menjadi lokasi inti dari frekuensi tinggi dan menengah, yang pada akhirnya meluas ke benua Afrika. Sedangkan Murchison akan menjadi lokasi untuk antena frekuensi rendah.