Ditangkap Polisi Usai Kutip Gus Dur, #IndonesiaDarurat Riuh

CNN Indonesia | Kamis, 18/06/2020 14:44 WIB
FOTO PENUTUP (8):

Pengunjung sibuk menggunakan telepon pintarnya ketika mengunjungi pagelaran busana. Jakarta.  Tingginya minat konsumen di kota-kota besar dalam mengakses media sosial seringkali berdampak pada berubahnya prilaku berinteraksi, dan berkomunikasi satu sama lain dalam kehidupan nyata.CNN Indonesia/Adhi Wicaksono. Ilustrasi. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warganet menaikkan tagar #IndonesiaDaruratHumor di media sosial Twitter. Tagar ini muncul sebagai buntut dari unggahan Facebook seorang warga di Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara bernama Ismail Ahmad.

Lewat akunnya, Ismail mengutip lelucon yang pernah dilontarkan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ismail menulis, 'Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: Patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng'.

Ismail lantas diperiksa polisi setelah mengunggah status di akun pribadinya itu dan menyampaikan permintaan maaf tanpa ditahan.


Sontak, banyak warganet yang mengecam aksi kepolisian setempat yang langsung menyergap Ismail hanya karena status dengan nada 'bercanda'.  

Berkaca dari kejadian tersebut, aku @AdhieUtsman mencuitkan gambar salah satu komika Bintang Emon yang sempat mengatakan, 'Hukum dibecandain. Lawak diseriusin'.

Ada juga warganet yang mempertanyakan apakah saat ini tertawa mulai dilarang.

"Apakah sudah waktunya tertawa itu dilarang?," cuit @naufalfaruq17.

Malah akun @ajisifuu mengatakan saat ini Indonesia tengah melakukan Stand Up Comedy.

Istilah Stand Up Comedy sendiri merupakan salah satu genre yang pelawaknya membawakan lawakan di atas panggung seorang diri, biasanya di depan pemirsa secara langsung dengan cara bermonolog mengenai topik tertentu.

Bahkan akun @wicacs mengatakan jika ada orang yang ingin membuat konten lucu, bakal dipantau banyak orang.

"Sekarang mau buat konten lucu-lucuan dipantau banyak orang nih," cuitnya.

Selain itu ada warganet yang berpendapat bahwa banyak lelucon soal Indonesia karena banyaknya bahan untuk dibuat konten 'bercanda'.


"Kenapa banyak sekali jokes tentang negara Indonesia? Karena banyak bahannya," kata akun @comelnyaaaaaa. 

Perlu diketahui bahwa pernyataan yang dikutip Ismail memang pernah diucapkan Gus Dur. Hal itu diceritakan kembali di situs resmi Nahdlatul Ulama, NU Online, pada 30 Mei 2018 dengan judul artikel Awal Cerita Gus Dur Singgung 3 Polisi Terjujur di Indonesia.

Kala itu, Gus Dur melontarkan lelucon tersebut di rumahnya ketika berdiskusi dengan Muhammad AS Hikam pada 2008 silam. Diskusi keduanya menyangkut persoalan yang melilit institusi kepolisian.

AS Hikam bertanya kepada Gus Dur soal jajaran kasus yang melibatkan Polri setelah mereka independen dan diletakkan langsung di bawah Presiden.

Gus Dur pun menjawab pertanyaan Hikam itu dengan membebebrkan kondisi awal Polri di masa Orde Baru berada di bawah tentara.

Menurut Gus Dur hal itu tidak benar lantaran Polri adalah aparat keamanan dalam negeri dan sipil. Tak tepat jika diatur dan dengan cara militer. Atas dasar itulah dilakukan pemisahan antara Polri dan ABRI (kini TNI) pada 2000 silam atau saat Gus Dur menjabar Presiden RI.

"Nah, Polri memang sudah lama menjadi praktik kurang bener itu, sampai guyonan-nya kan hanya ada tiga polisi yang jujur: Pak Hoegeng (Kapolri 1968-1971), patung polisi, dan polisi tidur... hehehe...," urai Gus Dur seperti dikutip NU Online.

(din/eks)

[Gambas:Video CNN]