Bisnis Rental Mobil RI yang Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 19:36 WIB
Rental mobil 168premiumcar di Pasar Minggu, Jakarta Selatan Ilustrasi rental mobil. (Rental Mobil 168premiumcar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tatanan kehidupan baru atau new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang mulai dijalankan pemerintah menjadi berkah bagi bisnis rental mobil. Penyewaan kendaraan kini sudah mulai bangkit, meski belum 100 persen pulih seperti sebelumnya.

Pemilik usaha rental kendaraan 168Premiumcar Sofari mengatakan bisnisnya kembali menggeliat. Sudah 60 persen kendaraan beroperasi baik penyewaan retail maupun fleet ke perusahaan.

"Terutama untuk mobil pribadi. Kalau mobil pariwisata ya baru 30 persen beroperasi," kata Sofari saat dihubungi, Senin (29/6).


Kondisi ini berbeda saat pandemi awal di Indonesia pada Maret. Bisnis Sofari terguncang saat pelanggan ramai-ramai membatalkan pesanan. Mulai dari penyewa mobil harian, bulanan, hingga sewa bus wisata.

Sofari yang memiliki 100 unit armada, saat itu hanya bisa mengoperasikan 18 unit saja. Itu pun karena sistem sewa terhadap 18 unit mobilnya kepada perusahaan menggunakan skema kontrak.

"Ya mungkin karena perusahaan atau instansi sekarang juga sudah mulai banyak kegiatan dan kunjungan," ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan Verawati Basri selaku Direktur Trans Pacific Global, perusahaan rental mobil. Perusahaan ini diketahui hanya berkonsentrasi pada penyewaan mobil khusus korporasi dengan skema borongan atau fleet bukan secara retail kepada masyarakat.

Vera menyebutkan saat ini permintaan sewa kendaraan dari pelanggannya perlahan kembali meski secara rinci tak disebutkan kenaikannya.

Di samping permintaan sewa naik, pembayaran yang sebelumnya mandek efek pandemi, secara perlahan mulai cair dari para konsumennya.

"Kemarin Juni sudah mulai masuk, jadi sudah ada permintaan," kata Vera.

Masa Sulit Kala Pandemi Corona

Vera bilang tiga bulan terakhir perusahaan mengalami masa teramat sulit. Sebabnya perusahaan-perusahaan yang biasa bekerjasama tak bisa melakukan pembayaran. Kata dia banyak perusahaan yang akhirnya melakukan penundaan pembayaran, sementara kerjasama sudah berlangsung.

"Bahkan ada perusahaan yang minta tidak dibayar, karena usaha mereka dan mobil katanya tidak digunakan buat operasional," kata Vera.

Verra diketahui memiliki 500 unit mobil penumpang yang biasa disewakan mulai dari multi purpose vehicle (MPV) hingga sedan. Mobil-mobil yang disewakan juga terbagi dalam berbagai tingkat, menengah sampai kelas premium.

Namun begitu Vera tak menjelaskan berapa kerugian yang dialami selama pandemi berlangsung. Vera hanya bersyukur pandemi tidak membuatnya melakukan PHK kepada pekerja dan selalu membayar upah tepat waktu.

Kata Vera perusahaan masih bisa bernapas sebab sejauh ini konsumennya bukan hanya kalangan swasta, melainkan mayoritas instansi pemerintah.

"Ya mungkin karena konsumen kami rata-rata dari pemerintahan, jadi bajet mereka pasti kan ada buat pembayaran. Tapi tetap saja uang tabungan buat nambel-nambel tetap terpakai juga," kata Vera.

Vera melanjutkan strategi ke depan perusahaan bakal tetap mengandalkan kekuatan tim marketing untuk kembali mendapat konsumen. Selain itu Vera juga sedang meningkatkan pelayanan kepada konsumennya.

"Ya seperti kami buat sistem online jika ada konsumen yang ingin service kendaraan. Jadi kan itu lebih praktis ya," ucap Vera.

Sementara itu Sofari menambahkan perusahaan bakal menggunakan ketentuan yang menyesuaikan protokol kesehatan dalam setiap layanan.

(ryh/DAL)

[Gambas:Video CNN]