Rebut Jutaan Pengguna, Aplikasi PeduliLindungi Gandeng Gojek

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 22:33 WIB
Warga mengakses aplikasi PeduliLindungi di Kampung Pasir Babakan, Lebak, Banten, Sabtu (18/4/2020). Menkominfo Johnny G Plate mengajak masyarakat segera mengunduh aplikasi PeduliLindungi untuk melacak potensi penyebaran virus corona di lingkungan sekitar dan enegaskan aplikasi tersebut aman digunakan masyarakat. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/wsj. Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan aplikasi ride-hailing Gojek. Melalui kolaborasi tersebut, aplikasi PeduliLindungi dapat diakses melalui aplikasi Gojek.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli berharap platform digital lain bisa turut mengintegrasikan aplikasi ke PeduliLindungi.

"Pemerintah memberikan apresiasi kepada Gojek dan berharap platform digital lainnya dapat mengikuti langkah yang ditempuh oleh Gojek untuk mendukung upaya Pemerintah dalam menghadapi Covid-19," kata Ahmad dalam konferensi virtual, Selasa (30/6).


Integrasi ini bertujuan untuk mendorong penggunaan PeduliLindungi yang saat ini baru diunduh 4,1 juta kali. Dengan kerja sama ini, jutaan pengguna, mitra Gojek, hingga mitra UMKM GoFood dapat mengakses langsung aplikasi di PeduliLindungi.

Chief of Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho mengatakan pihaknya mendukung pemerintah dalam upaya melakukan pelacakan guna menghentikan penyebaran Covid-19.

Shinto mengatakan integrasi dilakukan untuk memastikan kesehatan dan keamanan di semua bagian di ekosistem Gojek, terutama menjelang era new normal.

"Kami berkeyakinan, solusi inovatif yang hadir dalam ekosistem kami dapat memungkinkan masyarakat untuk tetap menjadi produktif dan membantu mereka beradaptasi dengan kebiasaan baru di mana kebersihan, kesehatan, dan keamanan menjadi semakin penting," ujar Shinto.

Sejak 23 Juni 2020, aplikasi PeduliLindungi dapat diakses melalui shuffle card yang terdapat di laman Gojek.

Di hari pertama kehadirannya dalam ekosistem Gojek, sosialisasi kepada pelanggan maupun mitra Gojek langsung dilakukan melalui kanal dalam aplikasi maupun media sosial resmi perusahaan.

Sosialisasi disertai dengan pesan yang berisikan ajakan untuk para pelanggan Gojek berpartisipasi. Pesan juga dilengkapi tautan untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi.

Shinto mengatakan kehadiran aplikasi PeduliLindungi dalam ekosistem Gojek merupakan salah satu upaya perusahaan bagi pengguna agar  dapat menjalankan era new normal.

Sebelumnya, Menkominfo Johnny G. Plate menyebutkan PeduliLindungi dilengkapi dengan Software Development Kit  (SDK) agar aplikasi dapat dimanfaatkan di aplikasi lain.

Menurut Menteri Kominfo, SDK dapat dimanfaatkan di berbagai aplikasi. Ia memberi contoh, jika aplikasi Gojek bekerja sama dengan PeduliLindungi maka seluruh driver Gojek bisa menggunakan aplikasi tersebut.

 "Dengan menggunakan QR Code bisa mengetahui mereka (driver) dapat pergi ke mana, mengantar penumpang ke mana, di daerah yang mana misalnya mall atau gedung-gedung mana yang sudah memenuhi syarat-syarat protokol medis, dan tidak boleh ditambah jumlahnya bisa menghindari wilayah tersebut," kata Johnny.

Aplikasi akan memberi notifikasi kepada driver apabila restoran atau mall tertentu telah memenuhi jumlah pengunjung yang telah ditentukan pemerintah. Aplikasi juga akan memberi tahu mall atau gedung yang sudah memenuhi syarat protokol medis.

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]