Bakrie Autoparts Jelaskan Penundaan Uji Bus Listrik TransJ

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 15:35 WIB
Bus listrik BYD untuk Transjakarta yang disediakan Bakrie Autoparts. Bus listrik BYD untuk Transjakarta yang disediakan Bakrie Autoparts. (Dok. Bakrie Autoparts)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bakrie Autoparts selaku pemegang merek BYD, produk kendaraan listrik asal China, memberi penjelasan terkait tertundanya uji coba bus listrik mengangkut penumpang yang akan dilakukan bersama Transjakarta.

Presiden Direktur dan CEO Bakrie Autoparts Dino A Ryandi memaparkan penundaan merupakan hal 'wajar' sebab kendaraan listrik di Indonesia merupakan sesuatu yang baru.

Dino mengatakan penundaan ini hanya karena masalah teknis mengenai aturan dan prosedur agar bus listrik dapat diuji coba secara komersial mengangkut penumpang pada jalur Transjakarta.


Sebelumnya percobaan bus listrik BYD sebagai armada Transjakarta akan dilakukan pada Selasa 30 Juni 2020 selama tiga bulan ke depan.

Ada dua unit bus listrik BYD yang disiapkan untuk melintasi rute GR1- Blok M - Balai Kota Jakarta. Bus listrik itu sudah dilengkapi alat tapping pembayaran sehingga bisa mengangkut penumpang umum.

Hasil percobaan akan digunakan untuk salah satunya menetapkan tarif lantas diverifikasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Layanan Pelayanan Secara Elektronik (LPSE).

"Kami juga memahami bahwa bus listrik adalah barang baru di TJ. Jadi masih banyak aturan dan prosedur yang perlu dikembangkan seiring berjalannya waktu," kata Dino melalui pesan singkat, Kamis (2/7).

Menurut Dino apapun yang menjadi sebab penundaan itu tidak dianggap sebagai masalah. Ia juga mengapresiasi Transjakarta lantaran serius dengan penggunaan bus listrik sebagai armada pada masa mendatang.

"Apapun yg menyebabkan penundaan, kami tidak melihat itu sebagai masalah, apalagi sampai bermasalah," kata Dino.

Bus Listrik Transjakarta merek BYDBus Listrik Transjakarta merek BYD. (Dok. Bakrie Autoparts)

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas Transjakarta Nadia Diposanjoyo sebelumnya mengatakan penundaan percobaan bus listrik disebabkan kendala pada nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Sementara Dino sebelumnya menjelaskan penundaan karena soal perizinan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Tapi kalau kami dari bus-bus kami beserta sarana pendukungnya sudah siap tapi kami juga tentunya mau semua prosedur TJ kami jalankan untuk memastikan transparansi proses inisiasi bus listrik di TJ," ucap Dino.

Lebih lanjut, Dino menambahkan percobaan bus tersebut akan berlanjut pada Senin (6/7).

"Insya Allah Senin depan pelaksanaan uji coba bus listrik kami di TJ akan dapat dimulai," kata Dino.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]