NASA dan Boeing Uji Roket Raksasa untuk Misi ke Bulan

CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2020 23:55 WIB
Peluncuran roket pesawan ruang angkasa nasa spacex Ilustrasi roket (dok. NASA/Joel Kowsky)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dikabarkan akan melanjutkan pengujian roket berkekuatan sangat besar yang dinamakan Space Launch System (SLS).

Roket peluncuran ini berkekuatan besar lantaran menjadi satu-satunya roket yang bisa mengangkut kapal ruang angkasa Orion, astronaut, dan kargo besar ke Bulan dalam satu kali penerbangan.

SLS dirancang untuk misi luar angkasa dan akan mengirim Orion beserta kargo ke Bulan. Jarak yang harus ditempuh hampir 1.000 kali lebih jauh daripada penerbangan kargo yang biasa dilakukan ke stasiun ruang angkasa internasional atau ISS. ISS hanya berada di orbit rendah Bumi.


SLS menawarkan lebih banyak massa muatan, kemampuan volume, dan energi untuk mempercepat misi melalui ruang angkasa daripada kendaraan peluncuran yang ada saat ini. SLS dirancang agar fleksibel untuk mengangkut muatan, termasuk misi ilmiah robot ke tempat-tempat seperti Bulan, Mars, Saturnus dan Jupiter.

Boeing, perusahaan yang dikontrak NASA untuk memimpin pembangunan roket itu akan menguji tahap inti SLS pertama di badan Stennis Space Center, Mississippi, Amerika Serikat. Terdekat, Boeing akan melakukan pengujian yang bernama 'green run'.

Melansir Space, uji coba green run akan berlanjut pada uji panas api, di mana roket seolah-olah sedang melakukan peluncuruan akan tetapi dalam posisi terpasang di hanggar. Kru Boeing berharap uji hot-fire terjadi pada bulan Oktober 2020. 

NASA menjelasakan pengujian itu untuk memastikan bahwa perangkat lunak dan sistem listrik lainnya yang terpasang dalam roket berfungsi dengan baik.

Selanjutnya, kru penguji akan memverifikasi bahwa mereka dapat tetap mengendalikan roket untuk pengujian selanjutnya, bahkan jika sistem komunikasi kritis gagal berfungsi.

Dua tes berikutnya juga memeriksa katup panggung inti, hidrolik, dan sejenisnya untuk memastikan kendaraan siap untuk tes yang lebih aktif. Kemudian tim green-run akan melakukan tes gerakan akhir.

Dua tes terakhir adalah pengujian pada posisi roket terisi bahan bakar penuh untuk memastikan kendaraan benar-benar siap untuk diluncurkan. Tes itu dinilai sangat penting bagi para insinyur untuk merasa yakin kendaraan itu aman.

Melansir NASA, Roket akan memberikan kekuatan untuk membantu Orion mencapai kecepatan mencapau 24.500 mph yang diperlukan untuk keluar dari orbit rendah Bumi dan melakukan perjalanan ke Bulan. 

Setiap konfigurasi SLS menggunakan tahap inti dengan empat mesin RS-25. Kendaraan SLS pertama, yang disebut Blok 1 dapat mengirim lebih dari 26 metrik ton (t) atau 57.000 pound (lb.) ke orbit di luar Bulan. Roket akan ditenagai oleh penguat roket solid lima segmen kembar dan empat mesin propelan cair RS-25.

(jps/eks)

[Gambas:Video CNN]