Roket Komersial Milik Rocket Lab Hilang Setelah Lepas Landas

CNN Indonesia | Minggu, 05/07/2020 08:26 WIB
China's Tiangong 2 space lab is launched on a Long March-2F rocket from the Jiuquan Satellite Launch Center in the Gobi Desert, in China's Gansu province, on September 15, 2016.
China launched its second space lab on September 15, as the Communist country works towards setting up its own space station.  CHINA OUT     AFP PHOTO / AFP PHOTO / - Ilustrasi roket. (CHINA OUT / AFP PHOTO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Roket komersial yang membawa tujuh satelit "hilang" setelah lepas landas pada Minggu (5/7) dari landasan peluncuran Selandia Baru, kata pemilik Rocket Lab.

"Kami kehilangan penerbangan dalam misi ini," cuit Peter Beck, pendiri dan kepala eksekutif Rocket Lab, di Twitter.

"Saya sangat menyesal kami gagal mengirimkan satelit pelanggan kami hari ini. Yakinlah bahwa kami akan menemukan masalahnya, memperbaikinya, dan segera kembali ke landasan."


Rocket Lab mendaftarkan diri sebagai perusahaan Amerika Serikat (AS) dengan kantor pusat di anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki sepenuhnya dimiliki Selandia Baru dan berspesialisasi dalam mengirimkan satelit kecil ke orbit Bumi yang rendah.

Pendukungnya termasuk perusahaan AS Khosla Ventures, Bessemer Venture Partners, Lockheed Martin, Promus Ventures dan Data Collective.

Misi yang gagal, peluncuran muatan ke-13 perusahaan, telah diberi nama "Pics Or It Didn't Happen [Foto Atau Itu Tidak Terjadi]".

Dalam sebuah pernyataan di situs webnya, Rocket Lab mengatakan telah mengalami "anomali" empat menit dalam penerbangan dan bekerja sama dengan Administrasi Penerbangan Federal di Amerika Serikat untuk mengidentifikasi penyebabnya.

Roket itu membawa satelit untuk perusahaan Spaceflight, Canon Electronics, Planet dan In-Space Missions, kata Beck.

"Anomali hari ini adalah pengingat bahwa peluncuran ruang angkasa tidak bisa diprediksi, tetapi kami akan mengidentifikasi masalah, memperbaikinya, dan dengan aman kembali ke landasan secepat mungkin."



(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]