Link Data Bocor di Medsos, Tokopedia Klaim Bukan Kasus Baru

CNN Indonesia | Minggu, 05/07/2020 23:49 WIB
Jelang Lebaran, e-commerce Tokopedia menggelar flash sale konsumen selama bulan Mei dengan puncak di tanggal 25 Mei. Gelaran flash sale ini memberikan diskon fantastis untuk berbagai macam produk yang dijual di Tokopedia. Produk yang menjadi highlight adalah Toyota Yaris yang dihargai Rp2 juta, padahal harga berada di kisaran harga Rp206 juta. Ilustrasi Tokopedia. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tokopedia mengklaim jutaan data pengguna yang bocor di media sosial (medsos) bukanlah data baru. Pihaknya juga akan menyeret penyebar ke ranah hukum.

"Kami menyadari bahwa pihak ketiga yang tidak berwenang telah mem-posting informasi secara ilegal di media sosial dan forum internet terkait cara mengakses data pelanggan kami yang telah dicuri," kata VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak, dalam keterangan tertulisnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (5/7).

"Kami ingin menegaskan bahwa ini bukanlah upaya pencurian data baru dan informasi password pengguna Tokopedia tetap aman terlindungi di balik enkripsi," imbuhnya.


Sebelumnya, lembaga riset siber CISSReC pada Sabtu (4/7) menemukan link atau tautan yang berisi 91 juta data pengguna Tokopedia yang disebar di salah satu grup di Facebook dan bisa diunduh secara bebas.

Kepala CISSReC Pratama Persadha menyebut tautan yang sudah dibagikan secara cuma-cuma sejak Jumat (3/7) tersebut berasal dari salah satu akun bernama @Cellibis, yang mengaku membelinya di darkweb seharga US$5 ribu (Rp70 juta), di forum Raidsforum.

Pada Mei, 91 juta data pengguna Tokopedia dinyatakan bocor dan menyebar di darkweb. Data itu berupa user ID, email, nama lengkap penguna, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor ponsel, dan password yang masih ter-hash atau tersandi. Data yang bocor ini dijual dengan harga US$5 ribu.

Infografis Tips Terhindar Diskon 'Tipu-tipu' e-Commerce Saat RamadanFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

Nuraini melanjutkan bahwa pihaknya meminta penghapusan data yang tersebar itu karena merupakan pelanggaran hukum.

"Kami telah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian dan juga mengingatkan seluruh pihak untuk menghapus segala informasi yang memfasilitasi akses ke data yang diperoleh melalui cara yang melanggar hukum," ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, kata dia, Tokopedia sudah berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak berwenang terkait pencurian data ini.

"Dan telah menerapkan langkah-langkah keamanan sesuai standar internasional. Kami juga telah mengarahkan pengguna kami atas langkah-langkah lebih lanjut yang harus mereka ambil untuk memastikan perlindungan data pribadi mereka," tandas Nuraini.

(asa/arh)

[Gambas:Video CNN]