Suzuki Jimny Pensiun di Inggris, Bukan karena Inden Tahunan

CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 11:01 WIB
Suzuki Jimny Suzuki Jimny di Indonesia. (CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Suzuki di Inggris membuat keputusan menyudahi penjualan Jimny 4x4 seiring perusahaan menyatakan akan menjual secara eksklusif hanya produk hybrid. Memberhentikan karier Jimny disebut karena emisi gas buang dari mesin 1.500 cc yang dimiliki tidak sesuai dengan regulasi yang bakal diterapkan.

Carscoops melaporkan emisi gas buang mobil Jimny 4x4 sangat 'buruk' dibanding ketentuan Inggris. Bahkan untuk model paling irit dengan transmisi manual 5-percepatan, emisinya tercatat 154 gram per km, sedangkan ketentuan yang akan berlaku pada 2021 yakni 95 gram per km.

Mengutip Autocar, penjualan Jimny 4x4 akan berhenti setelah alokasi unit untuk konsumen dari dealer telah terpenuhi selama empat atau lima bulan ke depan. Indikasi menyetop Jimny juga dikatakan sudah terbaca sejak Suzuki Inggris menyatakan hanya akan menjual SUV ikonis itu 'dalam jumlah terbatas' pada tahun ini.


Belum diketahui apa keputusan ini juga berlaku pada negara-negara lain di Eropa atau tidak.

Suzuki Inggris disebut bakal fokus menjual produk hybrid, seperti mobil perkotaan Ignis, hatchback Swift dan Swift Sport, serta crossover Vitara dan S-Cross. Produk lain yang dinilai berpeluang ditawarkan adalah Across, SUV berbasis Toyota RAV4 plug-in hybrid.

Keputusan Suzuki di Inggris berbanding terbalik dengan popularitas Jimny di banyak negara, termasuk di Indonesia. Generasi baru SUV kotak itu saat ini statusnya inden lama sebab terlalu banyak permintaan namun produksinya di Jepang terbatas.

Suzuki Indomobil Sales sebelumnya sudah pernah berkomentar mengenai nasib Jimny yang dikabarkan bakal disuntik mati di negara benua biru pada awal 2020.

Menurut Direktur Pemasaran (SIS) divisi roda empat Donny Saputra, keputusan suatu negara belum tentu berdampak pada pasar otomotif Indonesia. Dia lebih jauh mengartikan tidak dengan mudah produk Jimny untuk Eropa dialihkan ke negara lain, misalnya Indonesia.

Membawa Jimny dari Eropa ke Indonesia dianggap kemungkinan bisa menjadi solusi mempersingkat masa inden Jimny yang saat ini mencapai empat tahun.

"Jadi tidak bisa yang dari Eropa di bawa ke sini [Indonesia]," kata Donny di Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2).

Donny menyampaikan pihaknya tidak bisa sembarang memasukkan Jimny dari Eropa ke Indonesia, sebab hal ini berkaitan dengan spesifikasi. Menurutnya terdapat perbedaan spesifikasi antara Jimny untuk konsumen di Eropa dan Indonesia.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]