Daftar Vaksin Covid-19 yang Siap Uji Tahap Akhir

CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 12:23 WIB
Siswa dan Siswi SMPN 103 Cijantung, mengikuti penyuntikan vaksin Measles Rubella dan Campak. penyutikan vaksin MR dan Campak terhadap para siswa dalam rangka pencanangan kampanye MR dan bertepatan dengan Asean Dengeu Day (ADD) 2017. Jakarta. Rabu 2 Agustus 2017. CNN Indonesia/Andry Novelino Ilustrasi vaksin. Update (pembaruan) pengembangan vaksin virus corona penyebab penyakit Covid-19 (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para peneliti di seluruh dunia sedang mengembangkan lebih dari 160 vaksin melawan virus corona. Dari ratusan vaksin itu, sekitar 23 vaksin Covid-19 sedang dalam tahap uji coba pada manusia. 

Pandemi Covid-19 memaksa para peneliti bekerja ekstra keras untuk segera menghasilkan vaksin yang aman dan ampuh pada 2021.

Padahal, vaksin biasanya membutuhkan penelitian dan pengujian selama 10 hingga 15 tahun. Waktu selama ini dibutuhkan untuk memastikan vaksin aman dan tidak memberikan efek samping kepada sebagian besar penggunanya.


Tahap pengujian pun terdiri dari tahap pra-klinis dan klinis. Tahap pra klinis, pengujian dilakukan kepada hewan. Sementara tahap klinis berarti vaksin diuji coba pada manusia.

Tahap uji klinis vaksin terbagi menjadi tiga fase.

suntik serum vaksinTahapan pengujian vaksin untuk menjamin keamanan dan tak timbulkan efek samping. (Istockphoto/ Baona)

Fase I

Pada Fase I, vaksin akan diuji sekelompok kecil sukarelawan manusia (<100), untuk keamanan efek samping dan respons imun.

Fase II

Pada Fase II,  tes vaksin dilakukan untuk ratusan orang (100-300). Mereka dibagi dalam grup, seperti anak-anak dan orang tua untuk mengetahui apakah ada perbedaan reaksi tergantung umur. 

Vaksin juga diberikan pada mereka yang memiliki karakteristik (umur dan kondisi fisik) yang serupa dengan komunitas yang disasar. Uji coba ini adalah tes lanjutan keamanan vaksin dan respons imun. 

Fase III

Pada Fase III,  pengetesan dilakukan pada ribuan orang (2.500-10 ribu). Peneliti akan melihat apakah orang-orang yang diberikan vaksin terinfeksi Covid-19 atau tidak. 

Vaksin diberikan secara acak, ada yang disuntik vaksin yang diuji dan ada yang di suntik plasebo (obat kosong) . Fase ini akan menguji keampuhan vaksin dalam menangkal virus.

Berikut adalah vaksin yang siap masuk tahap akhir pengujian ke manusia.

suntik serum vaksinIlustrasi vaksin (Istockphoto/ Scyther5)

1. University of Oxford/AstraZeneca (Fase III)

Vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan University of Oxford ini didasarkan pada adenovirus simpanse yang disebut ChAdOx1. 

Vaksin ini dalam uji coba Fase II / III di Inggris dan uji coba Fase III di Brasil dan Afrika Selatan. Proyek ini dapat memberikan vaksin darurat pada bulan Oktober. Pada bulan Juni, AstraZeneca mengatakan total kapasitas produksi adalah dua miliar vaksin.

2. Wuhan Institute of Biological Products/Sinopharm (Fase III)

Perusahaan asal China Wuhan Institute of Biological Products dan Sinopharm menemukan bahwa vaksin inactivated aman dan memicu respons kekebalan. 

Oleh karena itu, kedua perusahaan meluncurkan uji coba Tahap III pada bulan Juli di Uni Emirat Arab (UEA). Di UEA, vaksin akan diuji kepada 15 ribu orang.

3. Moderna (Fase III)

Dilansir dari Livemint, perusahaan asal Amerika Serikat, Moderna juga berencana untuk memulai uji coba tahap akhir bulan ini.

Moderna adalah perusahaan Amerika pertama yang menguji vaksin ke  manusia. Vaksin ini menggunakan messenger RNA (mRNA) untuk memproduksi protein virus. 

Moderna menerbitkan hasil Tahap I yang menjanjikan pada 14 Juli. Uji coba fase III akan dimulai 27 Juli. Perusahaan akan menyiapkan vaksin pada awal 2021.

4. Sinovac (Fase III)

Dilansir dari New York Times, perusahaan swasta China Sinovac Biotech sedang menguji vaksin yang tidak aktif yang disebut CoronaVac. Pada bulan Juni perusahaan mengumumkan bahwa uji coba Fase I / II tidak menemukan efek samping yang parah dan menghasilkan respons kekebalan pada 743 sukarelawan.

Sinovac kemudian meluncurkan uji coba Fase III di Brasil pada bulan Juli. Perusahaan juga membangun fasilitas untuk memproduksi hingga 100 juta vaksin per tahun.

5.  CanSino Biological Inc./Beijing Institute of Biotechnology (Fase II, Persetujuan terbatas)

Perusahaan asal China, CanSino Biologics mengembangkan vaksin berdasarkan adenovirus yang disebut Ad5. Pada bulan Mei, perusahaan menerbitkan hasil yang menjanjikan dari uji coba keselamatan Fase I. 

Kemudian data yang tidak dipublikasikan dari uji coba Fase II menunjukkan vaksin menghasilkan respon kekebalan yang kuat.

Meski baru lewati uji klinis tahap II, tapi pada 25 Juni lalu, pemerintah China telah mengizinkan vaksin ini digunakan untuk kalangan terbatas bagi militer China selama setahun.

Menurut penelitian, hampir setengah dari penerima vaksin Ad5-nCoV melaporkan efek samping demam, 44 persen kelelahan, dan 39 persen merasakan sakit kepala. Secara keseluruhan, 9 persen pasien melaporkan efek samping yang cukup parah sehingga berpotensi mengganggu aktivitas.

Pengembangan vaksin di Indonesia

Relawan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) memindahkan monyet hasil  hasil razia topeng monyet, dari kandang sosialisasi Balai Kesehatan Hewan dan Ikan Dinas Kelautan dan Pertanian, Jakarta, Rabu (24/9). Monyet tersebut akan ditranslokasikan menjadi satu kelompok ke Hutan Suaka Margasatwa Cikepuh Kabupaten Sukabumi setelah mendapatkan perawatan dan rehabilitasi.CNN Indonesia/Adhi Wicaksono.Ilustrasi. Vaksin diuji kepada hewan seperti tikus dan monyet sebelum diuji ke manusia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).

Tak hanya di Brasil, vaksin buatan Sinovac juga akan diuji klinis di Indonesia. Tim riset Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran bersama Bio Farma dan Sinovach Biotech, Tiongkok, sedang menyiapkan uji klinis vaksin Covid-19.

Vaksin asal Tiongkok ini rencananya akan disuntikkan kepada 1.620 relawan di Kota Bandung sesuai prosedur uji klinis vaksin.

Indonesia juga sedang mengembangkan vaksin Merah Putih untuk melawan virus corona (Covid-19). Uji coba vaksin segera selesai dan hasilnya pada 2021.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan  vaksin ini dipimpin oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan melibatkan Kemenristek, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian BUMN.

(jnp/eks)

[Gambas:Video CNN]