TNI Ciptakan Ban Tanpa Udara, Antibocor dan 'Kebal' Peluru

CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 15:09 WIB
Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD menciptakan ban tanpa udara yang antibocor dan kebal tembakan peluru. Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD menciptakan ban tanpa udara yang antibocor dan kebal tembakan peluru. (Dok. Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tentara Nasional Indonesia (TNI) AD mengembangkan inovasi baru ban tanpa udara yang terinspirasi produk serupa ciptaan pemanufaktur ban global. Ban tanpa udara itu diciptakan oleh Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD.

Pengembangan telah dilakukan sejak awal 2019 dan sudah dilakukan pengujian pada awal tahun ini. Pembuatan, pengembangan, dan pengujian ban tanpa udara ini dilakukan di Batu, Jawa Timur.

Komandan Poltekad Kodiklat TNI AD Brigadir Jenderal Nugraha Gumilar menjelaskan ide ban tanpa udara terinspirasi para insinyur otomotif dunia yang mampu membuat ban kendaraan yang fungsional tanpa perlu diisi udara.


"Kami nyoba buat juga, kalau kualitasnya tidak kalah. Jadi kita bangga juga dengan produk dalam negeri," kata Nugraha melalui sambungan telepon, Kamis (16/7).

Nugraha mengungkap pengembangan ban menggunakan teknologi, peralatan, dan material sederhana. Misalnya pada bagian seperti jari-jari berongga seperti sarang lebah dibuat menggunakan karet mentah olahan senyawa kimia.

Olahan itu kemudian dicetak lalu disambung ke bagian tapak ban menggunakan sistem vulkanisir.

"Karena memang laboratorium kami belum secanggih seperti produsen-produsen ban begitu," kata dia.

Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD menciptakan ban tanpa udara yang antibocor dan kebal tembakan peluru.Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD menciptakan ban tanpa udara yang antibocor dan kebal tembakan peluru. (Dok. Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD)

Formula

Nugraha bercerita pengembangan ban ini tidak langsung berjalan mulus. Para siswa sempat merasakan gagal saat membuat 'adonan' karet mentah yang dicampur zat kimia. Namun akhirnya mereka terus meracik ramuan khusus hingga formula dirasa tepat.

"Pertama itu gagal karena olahan karet terlalu empuk. Terus dibuat lagi dan sudah lumayan keras tapi lebih fleksibel menahan beban. Itu kemudian dicetak sesuai ukuran ban," kata dia.

"Kemudian ada juga yang antara tapak dengan jari-jari ban ini kami rekatkan menggunakan lem. Tapi ternyata tidak kuat dia, sudah pecah-pecah gak lama," sambung Nugraha.

Formula terbaru ban tanpa udara karya Poltekad telah diuji coba pada pikap kabin ganda. Klaim Nugraha ban tersebut kuat menahan beban hingga dua sampai empat ton.

"Tapi kalau mau dipakai ke mobil besar lagi harus bikin jaring-jaringnya yang lebih kuat dan fleksibel lagi," kata dia.

Kelebihan ban tanpa udara

Ban tanpa udara dibuat dengan struktur unik yang memiliki banyak rongga. Struktur ini punya banyak fungsi, di antaranya sebagai penyangga dan peredam.

Struktur itu, yang berperan seperti jari-jari pelek, menimbulkan penampilan berbeda dari ban pada umumnya.

Nugraha bilang kelebihan ban tanpa udara yakni tidak mungkin bocor saat tertusuk benda tajam, misalnya seperti paku besar. Selain itu dikatakan juga ban kebal serangan tembakan pistol.

"Jadi kena paku, batu, ya tidak bocor. Jalan terus. Kedua ditembak peluru tidak rusak karena bisa mantul. Kecuali diberondong peluru mungkin rusak, tapi tidak langsung rusak saat itu. Terus ini saat kena batu lentur," ucap dia.

Sejauh ini ban sudah diuji coba pada pikap kabin ganda mengitari area perkotaan di Batu. Ia juga mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengembangan agar formulanya sempurna.

"Kalau di perkotaan sudah diuji coba hampir dua jam tidak ada masalah. Nanti kami ingin coba lagi misalnya di jalan tol dengan kecepatan sekian, durasi berapa jam. Kami ingin tau kalau kondisi panas sekali ban kuat tidak, meleleh tidak. Jadi kami akan terus kembangkan," ungkap Nugraha.

[Gambas:Youtube]

(ryh/fea)