Uji BBM D100 Sejauh 200 Km, Mobil Diesel Diklaim Minim Asap

CNN Indonesia | Sabtu, 18/07/2020 15:05 WIB
Sejumlah pengendara saat mengisi bahan bakar di SPBU Coco kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa, 20 Maret 2018. Pemerintah kembali meneruskan Program BBM Satu Harga di tahun 2018 ini, Melalui program BBM satu harga, pemerintah bersama Pertamina berkomitmen untuk terus menambah jumlah lembaga penyalur BBM di seluruh Indonesia. Ini merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Jokowi-JK yang termasuk dalam Nawacita yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. 
Sesuai roadmap BBM satu harga, pada tahun 2018 akan didirikan 73 lembaga penyalur terdiri dari 67 lembaga penyalur PT. Pertamina (Persero) dan enam lembaga penyalur PT. AKR Corporindo Tbk. SPBU BBM satu harga saat ini sudah ke-58 dan 59 yang telah beroperasi secara nasional.CNN Indonesia/Andry Novelino Ilustrasi pengisian BBM. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pertamina telah melakukan pengujian terhadap bahan bakar campuran D100 kendaraan diesel.

Uji performa itu dilakukan dengan mengendarai mobil menggunakan bahan bakar itu sejauh 200 kilometer, dan memperlihatkan penurunan kepekatan asap dari emisi gas buang.

Deputi CEO Kilang Pertamina Internasional (KPI) Budi Santoso Syarif menjelaskan bahan bakar yang digunakan yakni campuran D100 sebanyak 20 persen, Dexlite 50 persen, dan FAME 30 persen.


Selain minim asap, Budi menyebut penggunaan D100 dalam campuran bahan bakar dapat meningkatkan cetane number.

"Menurut hasil uji lab kami, terukur bahwa angka Cetane Number campuran D100 dan Dexlite yang digunakan tersebut mencapai angka minimal 60 atau lebih tinggi dari Dexlite yang memiliki Cetane Number 51," kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/7).

"Demikian juga hasil uji emisi kendaraan menunjukkan Opacity (kepekatan asap gas buang) turun menjadi 1,7 persen dari sebelumnya 2,6 persen saat tidak dicampur dengan D100," imbuhnya.

Uji performa bahan bakar campuran D100 kendaraan diesel itu dilakukan pada 14 Juli 2020 sepanjang 200 km menggunakan kendaraan jenis MPV tahun produksi 2017.

Budi mengatakan pengemudi juga merasa nyaman selama mengendarai mobil dengan BBM D100. Dituturkannya, tak ada noise berlebihan selama berkendara. Selain itu, tarikan mesin bertenaga, dan asap buangan knalpot tetap bersih meski RPM tinggi.

Budi berharap hasil uji membuktikan D100 yang diproduksi perdana di Kilang Dumai Pertamina bisa menjawab kebutuhan energi bersih di Indonesia.

Ia juga mengatakan D100 kini dibuat dari 100 persen bahan nabati turunan dari CPO atau kelapa sawit yang banyak terdapat di Indonesia.

"Ini yang pertama di Indonesia dan hanya sedikit perusahaan yang dapat melakukannya. Kami membuktikan bahwa Pertamina berhasil melakukannya di Kilang Dumai," kata Budi.

(ryh/kid)

[Gambas:Video CNN]