Misi NASA ke Mars Diluncurkan Dalam Hitungan Jam

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 11:20 WIB
Dalam misi ke Mars, NASA akan mendaratkan roket yang membawa rover Perserverance di kawah Jezero yang memiliki lebar 45 kilometer. Ilustrasi misi NASA ke Mars. (Foto: Screenshot via eb Nava.gov)
Jakarta, CNN Indonesia --

NASA akan meluncurkan roket Atlas V milik United Launch Alliance yang membawa rover Perserverance (kendaraan penjelajah) pada Kamis (30/7) sekitar pukul 07:50 waktu setempat. Roket akan meluncur dari Cape Canaveral Air Force Station di Florida, Amerika Serikat.

Menurut administrator NASA Jim Bridenstine projek ambisius NASA ini senilai US$2,7 miliar.

"Tinjauan kesiapan peluncuran telah selesai dan kami akan segera meluncurkannya (rover Perseverance)," kata Bridenstine dalam sebuah konferensi pers dikutip Space, Senin (27/7) waktu setempat.


Sebelumnya, NASA sempat memutuskan untuk menunda peluncuran rover Perseverance ke Mars sampai 15 Agustus 2020 karena masalah teknis pada roket. Kala itu, garis sensor oksigen cair yang menyajikan data nominal belum sepenuhnya lengkap saat diuji Wet Dress Rehearsel dan waktu tambahan diperlukan bagi tim untuk mengevaluasi.

Bridenstine menjelaskan rover memerlukan waktu selama tujuh bulan untuk ke permukaan planet merah itu dan diharapkan sampai di dalam Kawah Jezero pada 18 Februari 2021.

Rover akan menghabiskan waktunya untuk mencari kehidupan di Mars dengan menjelajahi kawah Jezero yang memiliki lebar 45 kilometer. Lokasi ini juga menjadi tempat pendaratan yang dipilih NASA.

Menurut laman resmi NASA, kawah Jezero merupakan rumah bagi sebuah danau yang diduga berumur miliaran tahun. Mereka bakal meneliti kehidupan mikroorganisme yang ada di sana.

Sampel-sampel tersebut kata Bridenstine kemungkinan akan dibawa kembali ke Bumi pada awal 2031, lalu dikaji lebih lanjut oleh NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA).

"Ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah bahwa kita akan melakukan misi membawa manusia ke Mars dan kami akan menyusun misi lain ke planet mana pun," pungkas Bridenstine.

Sebetulnya, ini bukan kali pertama rover Perseverance mengalami masalah teknis. Beberapa waktu lalu peluncuran mengalami kendala karena rover tergelincir.

Jika NASA lagi-lagi tidak berhasil meluncurkan Perseverance tepat waktu, maka mereka harus menunggu sampai 2022 karena posisi Bumi, Mars, dan Matahari harus saling sejajar.

Rover Perseverance sendiri memiliki bobot 1,025 kilogram dan memiliki misi untuk mencari tanda-tanda kehidupan mikroba masa lalu, memetakan iklim dan mengumpulkan berbagai sampel yang dapat membuka jalan astronaut bisa menginjakkan kaki di Planet Merah itu.

NASA punya misi ambisius lain dinamai misi Artemis yang dikabarkan sangat didukung Presiden AS Donald Trump, yaitu mendaratkan manusia ke bulan pada 2024 dan berlangsung hingga 2028. Pada misi itu, para astronaut NASA akan mengeksplorasi bulan selama beberapa tahun.

[Gambas:Youtube]

(din/mik)