EDUKASI & FITUR

Mengenal Inreyen, Masa Kalem Usai Beli Mobil atau Motor Baru

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 15:45 WIB
Inreyen tetap diperlukan buat 'pemanasan' kendati proses manufaktur kendaraan saat ini sudah semakin canggih. Ilustrasi. (Istockphoto/dreamnikon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Punya mobil atau motor baru boleh saja sangat gembira, namun setiap pemilik direkomendasikan tidak langsung mengajak kendaraan berkendara terlalu semangat. Kendaraan yang baru keluar dari pabrik atau dealer butuh waktu buat menyesuaikan diri yang dikenal dengan istilah inreyen.

Inreyen berasal dari bahasa Belanda 'inrijden' yang berarti 'menancapkan' menurut kamus bahasa online. Dalam bahasa Inggris istilah inreyen diartikan 'break-in'.

Saat kendaraan baru selesai diproduksi, setiap komponennya telah menyatu namun ada kemungkinan belum sempurna. Komponen-komponen itu ibaratnya butuh gerakan pemanasan, sambil mengatur posisi, kecocokan, melemaskan kekakuan, atau mencari batas nyaman gesekan.


Salah satu komponen penting menjalani masa inreyen adalah mesin. Menurut Ride Apart atas informasi builder mesin buat tim pabrikan Honda, Robert Reichman, hal paling krusial semasa inreyen pada mesin yakni penyesuaian komponen piston dan setang piston dengan dinding silinder.

Seiring proses manufaktur kendaraan yang makin canggih dan juga pengecekan ketat setelah produksi selesai, inreyen jadi tak perlu waktu lama seperti dulu. Meski begitu hal ini tetap dibutuhkan.

Tujuan utama inreyen bisa dianggap sebagai investasi agar kendaraan awet dan mendapatkan performa terbaiknya.

Setelah kendaraan baru sampai di rumah, jangan pernah berpikir untuk langsung mengendarainya terlalu bersemangat. Kendaraan tetap perlu dikendarai di jalan, namun perlu dipahami harus dilakukan dengan sejumlah catatan.

Misalnya saat mengendarai motor baru, biarkan mesin panas lebih dulu sebelum memulai perjalanan. Satu hal yang penting yakni jangan mengubah putaran mesin menjadi lebih tinggi secara tiba-tiba, apalagi jika mesin belum mencapai suhu optimal.

Saat kendaraan siap melaju, selalu mulai dari posisi gigi paling rendah. Hindari start cepat dan lakukan operasional dengan halus.

Hindari juga berkendara dengan kecepatan konstan untuk waktu lama, alternatifnya coba variasikan putaran mesin. Berkendara kendaraan baru juga tidak disarankan di jalan besar untuk ratusan kilometer pertama, alasannya ada kemungkinan kendaraan dipacu lebih cepat secara mendadak.

Seberapapun jagonya pemilik soal seluk-beluk kendaraan, produsen mesti dihargai sebagai pihak yang sangat mengenal produknya. Maka itu pemilik disarankan selalu mencermati buku manual sebab inreyen setiap kendaraan berbeda-beda.

Salah satu tips semasa inreyen yakni gunakan oli rekomendasi produsen pada satu atau dua kali masa pergantian.

Head Dealer Technical Support Toyota-Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menyampaikan, masa inreyen mobil baru pada zaman sekarang berbeda dari dahulu. Pemiliknya masih boleh menggunakan mobilnya dengan catatan tidak langsung 'digeber'.

Tapi, kata Didi sebaiknya pemilik mobil menengok buku manual terkait tata cara menggunakan kendaraan baru.

"Yang penting 1.000 km pertama jangan terlalu digeber, itu semua ada infonya di buku pedoman," kata Didi.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]