Donald Trump Minta Jatah Pembelian TikTok dari China

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 06:33 WIB
Presiden AS Donald Trump menyatakan TikTok berutang pada negaranya atas kesuksesan global. Ilustrasi TikTok. (AP Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan negara mesti mendapat jatah 'jumlah uang yang substansial' dalam pembelian TikTok. Trump sudah mengancam bakal melarang TikTok di AS jika aplikasi video singkat milik perusahaan asal China ini tak bisa menemukan pembeli dari AS.

Tenggat waktu yang diberikan Trump bagi TikTok yakni 15 September.

"Saat ini mereka tidak memiliki hak apa pun kecuali kita memberikannya kepada mereka. Jadi jika kita akan memberi mereka hak, maka itu harus datang ke negara ini. Ini adalah aset yang hebat, tetapi itu bukan aset besar di Amerika Serikat kecuali mereka memiliki persetujuan di Amerika Serikat," kata Trump dilansir dari CNN, Senin (3/8).


Dalam jumpa pers Trump ditanya apakah uang yang bakal mengalir ke Kementerian Keuangan AS itu harus berasal dari Microsoft yang saat ini sedang mengejar pembelian TikTok dari perusahaan induk, ByteDance. Trump mengatakan AS harus mendapatkan porsi signifikan dari kesepakatan itu dengan cara apa pun.

"Apakah itu Microsoft atau orang lain, atau jika itu orang Cina berapa harganya, AS harus mendapatkan persentase yang sangat besar dari harga itu. Karena kami memungkinkan hal itu terjadi," katanya.

Trump menggambarkan usulannya mirip sewa antara pemilik tanah dan penyewa, ia menambahkan bahwa TikTok berutang AS untuk keberhasilannya.

"TikTok adalah kesuksesan luar biasa, tetapi sebagian besar di negara ini," katanya.

Dilansir dari TechCrunch, Trump menceritakan ketika ia menelepon CEO Microsoft, Satya Nadella, untuk membicarakan soal TikTok, dia berkata kepada Nadella bahwa TikTok tak dapat dikontrol dari sisi keamanan.

Kemudian Trump mengatakan apabila pembelian TikTok dilakukan, maka sebaiknya melakukan pembelian seutuhnya daripada hanya membeli saham mayoritas.

Microsoft sejauh ini menyatakan masih dalam tahap diskusi potensi pembelian TikTok.

(jnp/fea)

[Gambas:Video CNN]