GrabWheels Meluncur Lagi, Kecepatan Dibatasi 15 Kpj

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 12:15 WIB
Kali ini peluncuran GrabWheels didukung Kementerian Perhubungan dan Polda Metro Jaya. Otopet listrik Grabwheels. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Grab Indonesia kembali meluncurkan layanan penyewaan otopet listrik, Grabwheels, di Jakarta, Kamis (13/8). Beda dari sebelumnya peluncuran kali ini mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Polda Metro Jaya.

Pada delapan bulan yang lalu GrabWheels sempat menjadi sorotan masyarakat lantaran terjadi kecelakaan yang menewaskan dua orang pengguna di Jakarta. Grab dikritik soal sistem penyewaan dan perangkat keselamatan, pemerintah juga dianggap belum peka pada kemajuan teknologi transportasi seperti ini.

GrabWheel sempat dilarang digunakan karena tidak ada peraturan yang menaunginya. Kemenhub lantas mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 45/2020 mengenai Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik.


Berdasarkan keterangan resmi Grab, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan GrabWheels diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan mendukung kualitas udara di Jakarta.

"Diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas yang disebabkan kendaraan bermotor. Dengan aturan yang sudah resmi diberlakukan, dan ditunjang protokol keamanan dan kesehatan yang ketat, serta jalur sepeda yang ditingkatkan, maka akan banyak masyarakat yang menggunakan alat mobilitas pribadi seperti ini," kata Budi.

Dalam siaran pers Kemenhub, Budi juga menyampaikan layanan seperti GrabWheels mesti mendapatkan pengawasan yang ketat. Para pengguna diimbau mematuhi peraturan lalu lintas dan menggunakan layanan pada lajur yang telah disediakan.

"Berikan pengawasan yang ketat terhadap layanan ini. Kita semua harus bersama-sama menghimbau dan terus mengingatkan kepada pengguna agar tetap mematuhi aturan lalu lintas di jalan raya dan berjalan pada lajur yang telah ada khususnya di wilayah DKI Jakarta," ucap Budi melalui siaran pers Kemenhub.

Saat ini ada tujuh titik layanan GrabWheels yang tersedia di ibukota, yaitu di Thamrin 10, Intiland Tower, Blok M Square, Blok M Mall, Kuningan City, Lotte Shopping Avenue, dan Gedung BRI 2.

Direktur Binmas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Badya Wijaya melalui keterangan resmi Grab menuturkan kepolisian akan terus memantau aspek keamanan GrabWheels di tujuh lokasi tersebut, termasuk memastikan penggunanya mematuhi aturan kecepatan yang berlaku.

"Kami sangat senang bisa kembali menghadirkan GrabWheels bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Polda Metro Jaya sebagai solusi alternatif perjalanan first-mile-and-last-mile masyarakat DKI Jakarta. Nantinya, masyarakat dapat kembali mengendarai GrabWheels di jalur khusus yang sudah ditentukan oleh peraturan seperti jalur sepeda," ucap Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Berikut sejumlah ketentuan baru dalam operasional otopet listrik GrabWheels.

- Menyediakan Stasiun Manager pada setiap zona operasional di Jakarta yang akan mengawasi dan juga mengdisinfeksi setiap unit secara rutin setiap 24 jam.

- Mendorong pengguna membawa helm sendiri dan menyediakan helm untuk penggunanya di setiap titik parkir GrabWheels. Grab juga akan meluncurkan fitur pemeriksaan helm menggunakan pengenalan gambar untuk memeriksa apakah pengguna sudah mengenakan helm sebelum memulai perjalanan.

- Ada sensor pemancar otomatis untuk membatasi fungsi otopet listrik di setiap area terlarang seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Fitur ini mencegah pengguna berkendara ke area yang telah ditentukan di Jakarta sesuai dengan peraturan.

Pengguna akan diberitahu jika telah memasuki zona tak sesuai dengan jalur yang sudah ditentukan secara sengaja maupun tidak sengaja serta otopet listrik akan melambat secara signifikan hingga berhenti.

- Memberikan asuransi kesehatan bagi pengguna saat menggunakan otopet Grab.

- Secara aktif memberikan edukasi keselamatan berkendara di setiap zona operasional, melalui aplikasi, dan melakukan safety roadshow.

- Membatasi kecepatan hingga 15 km per jam pada setiap otopet listrik.

- Melengkapi otopet listrik dengan lampu yang otomatis menyala dan reflektor agar tetap terlihat di malam hari.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]