Kunjungan Aplikasi Telemedis Melonjak 600 Persen Saat Covid

CNN Indonesia | Sabtu, 22/08/2020 13:28 WIB
Kemenkominfo mengungkap lonjakan kunjungan ke aplikasi telemedicine sebesar 600 persen di kala pandemi Covid-19. Ilustrasi konsultasi online. (Roman Drits/Barn Images)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkap lonjakan kunjungan ke aplikasi telemedicine sebesar 600 persen di kala pandemi Covid-19.

Menkominfo  Johnny G. Plate mengatakan telemedicine sebagai layanan kesehatan jarak jauh memungkinkan pasien dan tenaga kesehatan berdiskusi tanpa harus bertatap muka.

"Terjadi lonjakan kunjungan ke aplikasi telemedis sebesar 600% selama masa pandemi berdasarkan riset Katadata pada 2020," kata Johnny dalam diskusi virtual, Sabtu (22/8).


Tak hanya itu, Johnny mengatakan tak sedikit masyarakat yang mulai menggunakan layanan telemedicine. Banyaknya masyarakat yang beralih disebabkan fungsi layanan telemedicine yang menawarkan layanan konsultasi medis secara online.

"Dengan cara ini, tidak sedikit masyarakat yang telah beralih ke layanan telemedis. Data menunjukkan bahwa 44 persen responden
menyatakan bahwa mereka beralih dari konsultasi tatap muka ke konsultasi daring ini berdasarkan data McKinsey pada 2020," kata Johnny.

Menurut Johnny, kebiasaan baru di bidang kesehatan ini menjadi salah satu indikator kuat bahwa pandemi Covid-19 adalah katalis atau faktor yang mempercepat transformasi digital.

Hal ini sesuai dengan pendapat Presiden Joko Widodo  yang mengatakan pandemi virus corona Covid-19 harus menjadi momentum untuk mendorong transformasi digital di Indonesia.

Pandemi Covid-19 diakui Jokowi mengubah pola hidup normal dan akan mendorong kehadiran tatanan hidup baru atau new normal.

Jokowi menjelaskan masa pandemi ini membuat adanya penggunaan daring untuk seluruh tatanan hidup, mulai belajar, bekerja, hingga pola konsumsi masyarakat.

"Momentum yang menurut arahan Bapak Presiden Joko Widodo tidak boleh dilewatkan dan justru harus dimanfaatkan. Upaya ini tercakup dalam bingkai besar agenda 'Percepatan Transformasi Digital Nasional'," ujar Johnny.

Kementerian Kesehatan mencatat bahwa sampai Jumat, 21 Agustus 2020 (kemarin), terdapat 149.408 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia; dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 102.991 orang atau sekitar 69% dari kasus konfirmasi positif.

"Data ini perlu dimaknai sebagai sebuah dorongan untuk terus mencari terobosan penanganan Covid-19 secara lebih efektif, sekaligus lebih efisien," tutur Menteri Johnny.

Johnny juga menjelaskan ada banyak teknologi yang tengah dikembangkan untuk berbagai tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan kesehatan, mulai dari pengecekan sampai deteksi lebih dari 600 jenis penyakit secara digital.

"Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence), Big Data Analytics, Internet of Things, dan sederet teknologi digital lainnya membuka kesempatan-kesempatan baru dalam perbaikan kualitas dan peningkatan kecepatan layanan kesehatan," ujarnya.

Menurut Menteri Johnny, penggunaan layanan telemedicine juga dapat membantu penanganan Covid-19 secara lebih luas. Misalnya, telemedicine bisa membantu untuk mendeteksi hingga ke tahapan apakah seorang pasien harus menjalani tes PCR atau tidak.

"Lebih jauh lagi, bantuan konsultasi telemedis bisa menekan jumlah pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit atau pusat layanan kesehatan lainnya," tuturnya.

Johnny berharap percepatan transformasi digital nasional tentu mampu memperluas dan memperbaiki kualitas layanan telemedicine. Tak hanya itu, telemedicine juga diharapkan dapat menjangkau daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T).

(jnp/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK