Pemerintah Dapat Utang Rp5,8 T untuk Proyek Satelit

CNN Indonesia | Minggu, 30/08/2020 15:50 WIB
Kemenkominfo menyatakan pemerintah akan mendapatkan pinjaman Rp5,8 triliun untuk membangun satelit multifungsi berkapasitas 150 gbps. Pemerintah akan mendapatkan pinjaman Rp5,8 triliun untuk membangun satelit multifungsi. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Komunikasi dan Informatika (menkominfo) Johnny G Plate mengatakan Indonesia bakal mendapat pinjaman sebesar US$400 juta atau sekitar Rp5,8 triliun (kurs Rp14.600 per dolar AS) dari sindikasi bank internasional untuk pembangunan satelit mulitifungsi berkapasitas 150 gbps.

Ia mengatakan pinjaman tersebut bakal mendukung rencana pemerintah untuk mengakselerasi infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (ICT) di Indonesia.

"Awal September saya akan meng-annouce bahwa sindikasi pembiayaan US$400 juta untuk penempatan satelit mulitifungsi guna menambah kekuatan infrastruktur ICT kita," ujar Plate dalam kickoff Program Bank Indonesia dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Minggu (30/8).


Menurut Plate pengembangan infrastruktur IT di Indonesia memang tidak murah. Apalagi proyek ini nantinya bakal menopang persediaan jaringan internet di lokasi yang tidak terjangkau kabel optik serta jaringan satelit yang saat ini telah tersedia.

Sebagai pembanding, jelas Plate, 9 satelit yang saat ini digunakan di Indonesia (5 satelit nasional dan 4 satelit asing) hanya memiliki kapasitas sekitar 50 gbps.

"Kami akan menempatkan satelit baru untuk mendukung infrastruktur kita dengan kapasitas 3 kali lebih besar dari 9 satelit yang ada," ungkapnya.

Di samping itu, proses pembuatan hingga peluncuran satelit juga diprediksi akan memakan waktu lama sebab baru akan beroperasi pada 2023.

Satelit ini juga akan mendukung jaringan komunikasi untuk 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintahan daerah, 3.700 puskesmas, dan 3.900 markas polisi dan TNI yang sulit dijangkau kabel optik.

"Kami juga akan memastikan pembangunan infrastruktur ini akan mendukung pembangunan infrastruktur digital kita," tandas Plate.

(hrf/agt)