Ilmuwan Temukan Mutasi Virus Covid-19 Baru di Surabaya

CNN Indonesia | Selasa, 01/09/2020 16:24 WIB
Ilmuwan Unair menemukan mutasi virus corona Covid-19 baru di Surabaya selain mutasi D614G dan belum tentu ada di daerah RI lain. Ilustrasi mutasi virus corona baru di Surabaya. (iStockphoto/wildpixel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakar Biomolekular asal Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Ni Nyoman Tri Puspaningsih menemukan mutasi virus corona Covid-19 baru di Surabaya yakni tipe Q677H.

"Jadi selain mutasi D614G, ada istilahnya bukan virus khas Surabaya tetapi ada strain virus yang baru ditemukannya di Surabaya. Mutasi tipe Q677H sama seperti tipe D614G yang sekarang sedang dibicarakan di berbagai negara atau secara internasional," ujarnya mengutip Antara, Selasa (1/9)

Mutasi virus corona tipe Q677H ini, kata dia, ditemukan di lokasi spike yang sama dengan mutasi D614G. Mutasi D614G dan Q677H menunjukkan lokasi yang sama dari mutasinya, yakni perubahan asam amino pada lokasi D614G dan Q677H.


"Ini baru pertama ditemukan di Surabaya karena data Indonesia masih sangat sedikit. Mutasi ini belum tentu di tempat lain atau di wilayah lain di Indonesia belum ditemukan. Hanya saat ini belum ditemukan karena datanya sangat terbatas," ucapnya.

Nyoman juga mengatakan, mutasi D614G dan Q677H telah terjadi di negara lain, termasuk di Indonesia, tepatnya di Surabaya dan saat ini telah berkembang di 24 negara.

"Inikan artinya menarik, dari enam di bulan Mei kemudian sekarang berkembang menjadi 24 dan keberadaan Q677H yang kedua ini," katanya.

Sebelumnya, Wakil Kepala LBM Eijkman Herawati Sudoyo menegaskan sangat mungkin mutasi baru virus corona jenis D614G ada di Indonesia.

"Dengan whole genome sequencing (WGS) yang dilakukan pada saat ini, virus mutasi corona D614G dapat terdeteksi," kata Herawati kepada CNNIndonesia.com.

Kendati demikian, Herawati menegaskan Eijkman masih belum bisa membuat kesimpulan terkait dugaan mutasi virus corona itu menular 10 kali lebih cepat dan membuat tingkat kasus positif Covid-19 di Indonesia belakangan semakin meningkat. 

"Kita belum melakukan pencarian secara khusus," kata Herawati.

(antara/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK