Usai TikTok, Trump Incar Perusahaan Chip Terbesar China

CNN Indonesia | Rabu, 09/09/2020 05:10 WIB
Amerika Serikat mempertimbangkan untuk memberlakukan pembatasan ekspor pada produsen semikonduktor atau chip terbesar di China. Ilustrasi perusahaan semikonduktor atau chip China. (Dok. ucdavis.edu)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan untuk memberlakukan pembatasan ekspor pada Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), produsen semikonduktor atau chip terbesar di China.

Departemen Pertahanan AS juga sedang membahas mengenai apakah SMIC harus ditambahkan ke daftar entitas Departemen Perdagangan, yang pada dasarnya membatasi perusahaan tersebut untuk menerima barang tertentu yang dibuat di AS.

Melansir CNBC, Departemen Pertahanan AS bekerja dengan antar lembaga dalam menilai informasi yang tersedia untuk menentukan apakah tindakan SMIC masuk ke dalam Daftar Entitas Departemen Perdagangan.


"Tindakan seperti itu akan memastikan bahwa semua ekspor ke SMIC akan menjalani tinjauan yang lebih komprehensif," ujar juru bicara Departemen Pertahanan AS.

Tindakan pemerintahan Presiden Donald Trump, adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan perusahaan teknologi China dan akan menandai eskalasi besar dalam pertempuran teknologi antara Washington dan Beijing.

Pejabat AS telah lama mengeluh bahwa perusahaan teknologi China terikat pada pemerintah China. Hubungan itu berdampak pada pengumpulan informasi sensitif pengguna teknologi China untuk pemerintah China. Partai Komunis China yang berkuasa sebelumnya mengatakan tidak terlibat dalam spionase industri.

Sebuah laporan bulan lalu oleh SOS International, kontraktor pertahanan yang berbasis di Virginia mengklaim SMIC memiliki hubungan dengan sektor pertahanan China. SOS juga mengatakan peneliti militer China telah mengungkapkan dalam makalah penelitian bahwa mereka menggunakan teknologi SMIC untuk memproduksi cip.

Dalam sebuah pernyataan, SMIC mengaku sangat terkejut dan bingung dengan berita tudingan tersebut. Perusahaan mengklaim hanya menyediakan layanan untuk pengguna akhir sipil dan komersial.

"Kami tidak memiliki hubungan dengan militer China. Asumsi apa pun tentang hubungan Perusahaan dengan militer China adalah pernyataan yang tidak benar dan tuduhan palsu," kata SMIC.

"SMIC terbuka untuk komunikasi yang tulus dan transparan dengan badan Pemerintah AS dengan harapan menyelesaikan potensi kesalahpahaman," tulis perusahaan itu.

Melansir CNA, rencana pembatasan ekspor oleh Departemen Pertahanan AS dinilai dapat menghancurkan harapan China untuk mengembangkan industri semikonduktor mandiri melalui SMIC. Tak hanya itu, tindakan itu bisa semakin meningkatkan pertengkaran China-AS.

"Perusahaan bisa bangkrut dalam beberapa tahun," kata analis Mark Li.

Seperti  Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd (TSMC) dan perusahaan sejenis lainnya, SMIC bergantung pada sejumlah perusahaan yang berbasis di AS, seperti Applied Materials, untuk mendapatkan peralatan produksi utama.

Perusahaan riset Jefferies bahkan memperkirakan bahwa sekitar setengah dari pemasok SMIC adalah Amerika.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK