Facebook Sebut Rusia Aktif Ganggu Pemilu AS Tahun Ini

CNN Indonesia | Kamis, 03/09/2020 13:50 WIB
Facebook dan Twitter menyatakan sudah menutup akun-akun yang terkait Badan Riset Internet Rusia (IRA). Ilustrasi Facebook. (AFP/OLIVIER DOULIERY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Facebook menyatakan Rusia kembali menargetkan warga Amerika Serikat (AS) dengan disinformasi usai mendapat bisikan dari badan intelijen FBI.

Rusia yang ikut campur dalam pemilihan presiden 2016 di AS kembali menggunakan menggunakan jaringan akun palsu dan situs web yang dibuat agar terlihat seperti situs berita sayap kiri.

Melansir The New York Times, kampanye disinformasi ini terkait Badan Riset Internet Rusia (IRA). Saat ini IRA dirasa sedang mencoba menjauhkan pemilih dari calon presiden Partai Demokrat, Joseph R. Biden Jr., agar Donald Trump menang.


FBI telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa Rusia dan negara-negara lain secara aktif berusaha mengganggu pemilihan umum presiden AS yang akan berlangsung pada November 2020.

Bahkan, badan-badan intelijen Rusia telah merancang teori konspirasi untuk mencuci otak warga AS melalui situs sayap kiri dan media sosial agar memenangkan salah satu calon dalam Pilpres AS.

Melansir Post Gazette, Facebook mengaku telah menghapus jaringan kecil akun dan halaman yang terkait dengan IRA. Facebook mengaku mengandalkan indikator teknis untuk mendeteksi operasi yang dilakukan IRA dan membagikan informasi dengan FBI.

"Tampaknya operasi tersebut ingin memecah belah pemilih Demokrat, seperti yang dicoba IRA pada 2016," ujar Ben Nimmo, kepala investigasi di Graphika, sebuah perusahaan analitik media sosial yang ditugaskan Facebook mempelajari operasi tersebut.

Facebook menyebut situs dan akun khusus garapan IRA masih dalam tahap awal dan belum diikuti banyak warga AS. Namun Facebook lebih dini mengambil tindakan karena yakin akun dan situs itu terkait dengan IRA.

Facebook juga mengatakan telah membagikan temuannya dengan Twitter. Bahkan Twitter telah menangguhkan akun yang diduga dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan, jenis teknologi yang sama yang digunakan untuk membuat video deepfake.

"Kami menangguhkan lima akun Twitter karena manipulasi platform yang dapat kami kaitkan dengan aktor negara Rusia," ujar Twitter.

Intelijen AS dan Facebook menyatakan Rusia menggunakan media sosial untuk mempromosikan pesan yang memecah belah kepada jutaan orang pada Pilpres AS 2016. Setelah kejadian itu, Facebook lebih aktif melakukan pengawasan terhadap akun-akun yang berkaitan dengan Rusia, terutama IRA.

(pjs/fea)

[Gambas:Video CNN]