Microsoft: Peretas Rusia dan China Serang Kampanye Pilpres AS

CNN Indonesia | Jumat, 11/09/2020 05:35 WIB
Microsoft mendeteksi dan menggagalkan sejumlah peretas Rusia dan China yang berupaya menyerang staf kampanye calon presiden Amerika Serikat. Ilustrasi peretas. (Istockphoto/Xijian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Microsoft menyatakan bahwa mereka mendeteksi dan menggagalkan sejumlah peretas Rusia dan China yang berupaya menyerang staf kampanye calon presiden Amerika Serikat.

Wakil Presiden Microsoft, Tom Burt, mengatakan bahwa mereka para peretas tersebut berupaya menyerang tim kampanye capres dari Partai Republik, Donald Trump, dan dari Partai Demokrat, Joe Biden.

"Dalam beberapa pekan belakangan, Microsoft mendeteksi serangan siber menargetkan orang dan organisasi yang terlibat dalam pilpres, termasuk serangan gagal ke orang yang terkait dengan kampanye Trump dan Biden," katanya seperti dikutip AFP.


Burt kemudian menjabarkan bahwa kelompok hacker yang berbasis di Rusia, Strontium, meretas lebih dari 200 organisasi.

Sementara itu, kelompok peretas basis China, Zirconium, "menyerang individu-individu penting yang terkait dengan pemilu, termasuk yang terkait dengan kampanye Joe Biden dan pemimpin penting lainnya di komunitas internasional."

Tak hanya dari China dan Rusia, Microsoft juga mendeteksi serangan siber kelompok peretas yang berbasis di Iran, Phosphorus. Menurut Microsoft, Phosphorus menargetkan akun pribadi dari orang-orang yang berkaitan dengan kampanye Trump.

Burt mengatakan bahwa serangan ini merupakan bukti sejumlah pihak asing memang berupaya mengganggu pemilu AS.

"Aktivitas yang kami umumkan hari ini menegaskan bahwa aktivitas kelompok asing semakin kuat untuk menyerang pemilu 2020 seperti yang sudah diduga, dan sesuai dengan yang dilaporkan oleh pemerintah AS," ucap Burt.

Sejak beberapa tahun lalu, AS memang selalu menuding peretas dari Rusia dan China mencoba mengintervensi pilpres mereka.

Serangan siber semacam ini pula yang disebut-sebut membuat Trump menang saat melawan Hillary Clinton dalam pemilu 2016 lalu.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK