PSBB Total Belum Jadi Ancaman Pameran 'Kecil' Gaikindo

CNN Indonesia | Jumat, 11/09/2020 13:16 WIB
Menurut Gaikindo, pihaknya bisa saja menggeser Jakarta Auto Week jika jadwalnya bersentuhan dengan PSBB di Jakarta. Ilustrasi GIIAS 2017. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total tahap kedua yang bakal dimulai 14 September di Jakarta belum dianggap sebagai ancaman bagi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang hendak menggelar pameran otomotif kecil Jakarta Auto Week.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menyatakan keputusan PSBB total karena menimang kapasitas rumah sakit bakal penuh jika jumlah pasien Covid-19 terus bertambah dengan cepat.

Belum diketahui berapa lama kebijakan ini berlaku, namun mengacu pada ketentuan sebelumnya, PSBB penuh akan diterapkan selama dua pekan dan akan diperpanjang menyesuaikan angka infeksi penularan Covid-19.


Gaikindo bakal menggelar Jakarta Auto Week pada 21-22 November di Senayan, Jakarta.
Bila situasi di Jakarta tak kunjung membaik seperti diharapkan, tidak menutup kemungkinan PSBB akan terus diperpanjang seperti pada masa awal pandemi sampai bersentuhan dengan jadwal Jakarta Auto Week.

Jakarta Auto Week adalah ide Gaikindo buat mengganti sebagian besar rangkaian Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2020 yang diputuskan batal akibat pandemi.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan mengatakan Jakarta Auto Week merupakan pameran skala kecil dengan persiapan tidak serumit GIIAS. Nangoi mengatakan bila PSBB total masih diterapkan mendekati acara Jakarta Auto Week, pihaknya siap menunda pameran.

"Seandainya September akhir selesai terus masuk Oktober, terus harus bergeser acaranya ya sudah kami atur saja tidak apa. Ini masih bisa digeser karena fleksibel," kata Nangoi melalui telepon, Kamis (10/9).

Kata Nangoi pameran kali ini bisa dikatakan hanya sebagai upaya meningkatkan penjualan. Sedangkan GIIAS merupakan pameran dengan skala internasional yang punya target berbeda sehingga butuh banyak persiapan.

"Jakarta Auto Week itu agak fleksibel, karena target kami bagaimana mendapat penjualan sebanyak mungkin sehingga menggerakkan roda ekonomi. Tapi kalau GIIAS ada mobil konsep dari luar negeri, launching, konferensi pers yang datangin ahli, bikin agenda dengan pembicara setingkat menteri. Jadi susah," ungkapnya.

Lebih lanjut, Nangoi mengatakan sejauh ini sejumlah anggotanya sangat antusias dan mendukung penyelenggaraan Jakarta Auto Week. Untuk diketahui selama sembilan hari pameran ini diharapkan dapat menarik 250 ribu pengunjung.

"Jadi kalau harus ditunda tidak masalah. Tapi semua pemegang merek antusias karena acara ini diharapkan menunjang penjualan dan menperbaiki situasi," kata Nangoi.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]