Tips Otomotif

Pakar: Nyetir Mobil Dalam Kondisi Mabuk Seperti Berhalusinasi

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 13:31 WIB
Sony Susmana dari Safety Defensive Consultant Indonesia mengakui mengemudi dalam kondisi mabuk seperti berhalusinasi mengendarai mobil. Mengemudi kendaraan perlu konsentrasi agar selamat sampai tujuan. (Foto: Picjumbo/Viktor Hanacek)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mengemudi kendaraan perlu konsentrasi. Berkendara tidak boleh di bawah pengaruh minuman keras seperti insiden yang melibatkan Wakil Bupati Yalimo, Papua.

Bupati Yalimo, Papua, berinisial ED diduga dalam kondisi mabuk memaksa untuk mengemudi. Alhasil mobil yang ia kendarai menabrak seorang polwan hingga tewas. Insiden ini kembali mengingatkan kita soal bahaya mengemudi dalam keadaan mabuk.

Praktisi keselamatan berkendara Sony Susmana dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan mengemudi saat mabuk sama saja berhalusinasi mengendarai mobil.


"Ya bisa kita bayangin menyetir, tapi berhalusinasi," kata Sony melalui telepon, Rabu (16/9).

Saat di bawah pengaruh minuman keras, atau obat terlarang lainnya, menurut Sony kesadaran seseorang tidak maksimal untuk mengendalikan kendaraan secara aman. Pengemudi bisa tidak mengetahui arahnya, tak mengetahui rambu, lambat bereaksi, hingga mengalami penurunan kemampuan indera penglihatan.

"Maka yang seperti itu tidak bisa dibiarkan berkendara karena beresiko kecelakaan," kata dia.

Ia mengatakan mengemudi harus fokus terhadap apa yang ada di sekitar kendaraan, sebab dampaknya tidak hanya diri sendiri, tapi juga berisiko terhadap pengguna jalan lainnya.

"Jadi pastikan selalu kalau mengemudi fokus dan sadar tentang keselamatan," ujar Sony.

Mengutip Alodokter, efek negatif mabuk saat berkendara yakni menurunkan fungsi susunan saraf pusat sehingga mempengaruhi kemampuan otak untuk fokus dan membuat keputusan dengan cepat.

Pengemudi yang berada di bawah pengaruh minuman keras sering tidak waspada, sehingga tidak menyadari seberapa cepat kendaraannya melaju. Selain itu efek minuman keras membuat pengguna kendaraan lupa dengan alat pengaman, seperti memasang sabuk pengaman atau menggunakan helm.

Penurunan ketajaman visual akibat zat alkohol juga meningkatkan risiko kecelakaan. Masih ada lagi efek mabuk yaitu mengantuk. Mengantuk akan membuat Anda menjadi kurang fokus saat berkendara dan berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Oleh sebab itu tidak ada takaran alkohol yang pas atau boleh dikonsumsi jika setelahnya akan berkendara.

(ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]